Abah Anton: Rendra Kresna Adalah Magnet Pemersatu dan Kakak Bagi Kami Semua

KABUPATEN MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Kehadiran Wali Kota Malang periode 2013-2018, H. Mochamad Anton atau yang akrab disapa Abah Anton dalam tasyakuran Milad ke-64 Rendra Kresna di Warung Tani Dermo Dau, Kabupaten Malang, menjadi sorotan hangat. Sebagai sosok yang pernah bersama-sama memimpin wilayah di Malang Raya (Abah Anton di Kota dan Rendra Kresna di Kabupaten), pertemuan ini menjadi simbol bahwa persahabatan sejati tidak lekang oleh waktu maupun dinamika politik.

​Dalam sambutannya yang rendah hati, Abah Anton mengungkapkan rasa syukur dan kekagumannya terhadap sosok Rendra Kresna yang ia anggap sebagai figur pemersatu.

​Abah Anton menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bentuk penghormatan kepada sosok yang ia anggap sebagai kakak sendiri. Ia merasa bangga bisa menjadi bagian dari lingkaran sahabat Rendra Kresna.

​”Saya sangat bersyukur dan bangga bisa hadir di sini. Pak Rendra bukan sekadar rekan sejawat, tapi sudah seperti kakak bagi saya,” ujar Abah Anton dengan nada penuh keakraban, Kamis (02/04/2026).

Bacaan Lainnya

​Ia juga memuji inisiatif wadah “Rumah Kita” yang berhasil mengumpulkan tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang, yang menurutnya adalah bukti nyata dari luasnya jejaring dan pengaruh positif Rendra Kresna.

​Di usia Rendra yang ke-64, Abah Anton mendoakan agar mantan Bupati Malang tersebut senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan. Disisi lain, berharap Rendra tetap menjadi sosok yang bisa memberikan inspirasi dan wejangan bagi para tokoh muda dan masyarakat di Malang Raya.

​”Di usia yang ke-64 ini, doa kami tentu agar Pak Rendra selalu sehat, panjang umur, dan terus memberikan manfaat bagi banyak orang,” tambahnya.

​Baginya, acara bertajuk “Klangenan” ini adalah bukti bahwa komunikasi antar-tokoh di Malang Raya tetap terjaga dengan baik meskipun masing-masing sudah tidak menjabat secara resmi. Ia melihat momen ini sebagai pengingat bahwa tujuan utama para tokoh adalah kemajuan daerah secara kolektif.

​Kehadiran Abah Anton yang duduk berdampingan dengan tokoh-tokoh lintas partai dan birokrat menunjukkan bahwa hubungan personal yang kuat adalah kunci kondusivitas wilayah.

Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W

Pos terkait