PRABUMULIH (SUMSEL), SUARAPANCASILA.ID – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Prabumulih Menggugat (APM) berencana mendatangi kantor Bank Sumsel Babel Cabang Prabumulih dalam waktu dekat. Langkah tersebut diambil setelah surat resmi permohonan audiensi yang dilayangkan beberapa minggu lalu belum mendapatkan tanggapan dari pihak bank.
Ketua DPD APM, Abi Rahmad Rizky, didampingi Ketua Umum APM Adi Susanto, SE, bersama jajaran wakil ketua dan sekretaris jenderal, menegaskan bahwa kedatangan mereka nantinya bukan untuk melakukan aksi konfrontatif, melainkan mendorong transparansi dan keterbukaan informasi kepada publik.
“Kami sudah menyurati pihak bank secara resmi untuk meminta audiensi dan klarifikasi. Namun sampai hari ini belum ada respons ataupun konfirmasi. Karena itu, kami berencana mendatangi langsung kantor cabang sebagai bentuk keseriusan kami mengawal aspirasi masyarakat,” tegas Abi, Senin, (17/2/2026).
Soroti Suku Bunga Kredit ASN
APM menyatakan menerima sejumlah keluhan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih terkait kebijakan suku bunga kredit serta sistem pemotongan gaji otomatis yang dinilai memberatkan.
Menurut Abi, sebagai bank milik daerah, Bank Sumsel Babel semestinya mengedepankan prinsip keberpihakan kepada masyarakat, khususnya ASN yang menjadi salah satu nasabah terbesar.
“Kami ingin duduk bersama dan mendapatkan penjelasan secara terbuka. Jika memang ada dasar kebijakan tertentu terkait suku bunga kredit, silakan disampaikan secara transparan. Jangan sampai masyarakat merasa diabaikan,” ujarnya.
Pertanyakan Aliran Dana Suku Bunga
Selain soal besaran suku bunga, APM juga mempertanyakan aliran dana yang bersumber dari bunga kredit tersebut, khususnya yang berkaitan dengan transaksi dan penempatan dana pemerintah kota.
“Kami juga mempertanyakan aliran dana dari suku bunga dan pengelolaan uang pemerintah kota. Apakah masuk ke APBD atau mengalir ke pos tertentu? Ini perlu kejelasan. Transparansi sangat penting agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat,” tambahnya.
APM menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial yang sah dalam sistem demokrasi. Mereka berharap pihak bank segera membuka ruang dialog sebelum rencana kedatangan tersebut dilakukan.
“Kami berharap sebelum kami turun langsung, pihak bank dapat memberikan tanggapan resmi dan membuka ruang audiensi. Tujuan kami jelas, agar tidak ada kebijakan yang merugikan masyarakat serta memastikan pengelolaan dana publik berjalan transparan dan akuntabel,” pungkas Abi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bank Sumsel Babel Cabang Prabumulih belum memberikan keterangan resmi terkait surat maupun rencana audiensi dari APM tersebut.










