Di Yayasan Sosial Hakka, Konjen Tiongkok Pererat Silaturahmi dengan Pemkot Malang dan Organisasi Tionghoa.

KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Yayasan Sosial Hakka Malang memfasilitasi pertemuan penting antara Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya, Ye Su, dengan pengurus organisasi Tionghoa Malang Raya dan jajaran Pemerintah Kota Malang, Bertempat di kantor yayasan, Jl. Kalimantan No.15, Kamis (02/04/2026), pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi mengenai arah hubungan bilateral dan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Konjen Ye Su menekankan pentingnya Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) ke-15 Tiongkok yang baru saja disahkan pada Maret lalu melalui “Dua Sesi” (National People’s Congress).

“Sekarang, hubungan kita berada pada masa yang terbaik dalam sejarah, baik di bidang politik, ekonomi, maupun di bidang pertukaran masyarakat,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Repelita ke-15, Pemerintah Tiongkok menegaskan komitmen untuk terus membuka pintu keterbukaan dan reformasi. Indonesia sebagai tetangga dan mitra baik diyakini akan mendapat manfaat dari modernisasi ini.

“Kami mengajak komunitas Tionghoa serta pimpinan perguruan tinggi di Malang untuk berperan sebagai jembatan hubungan kedua negara,” tambah Ye Su.

Disamping itu, Konsulat Jenderal Tiongkok konsisten melindungi hak hukum warga Tiongkok di Indonesia dan membantu warga Tionghoa setempat agar lebih menyatu dengan masyarakat lokal.

Wali Kota Malang hadir bersama jajaran OPD terkait untuk menyambut perkenalan resmi dari pihak Konsulat.

“Ini saya diundang HK (Himpunan Kasih), kebetulan ada Konsul Jenderal China datang ingin berkenalan. Kami bercerita dan berdiskusi terkait dengan apa yang bisa kita kerjasamakan,” terangnya.

Wahyu menjelaskan bahwa hubungan dengan organisasi Tionghoa sudah terjalin lama.

“Kalau kolaborasi sudah ada mulai dulu ya, dengan Hakka sudah banyak kerjasama, ada beberapa kegiatan-kegiatan juga yang kita kolaborasikan bersama,” ungkap Pak Mbois sapaan akrab Wahyu Hidayat.

Mengingat Konjen Ye Su baru menjabat tiga bulan, Menurutnya, fokus saat ini adalah pendalaman kondisi Kota Malang sebelum masuk ke program kerja yang lebih spesifik.

Sebagai tuan rumah, pihak yayasan melalui Ketua Pembina, Widodo Harsono, menjelaskan landasan pertemuan ini.

“Tujuan utama silaturahmi, Konsulat ingin mengetahui lebih dalam mengenai kegiatan warga Tionghoa di Malang,” tegasnya.

Pertemuan ini membuka wacana peluang investasi dari China untuk infrastruktur di Kota Malang, seperti kawasan Sungai Brantas atau moda transportasi MRT.

Yayasan Sosial Hakka Malang memiliki basis anggota lumayan banyak, Tercatat ada sekitar 40 pengurus dan kurang lebih 2.000 anggota yang terdaftar di wilayah Malang Raya dengan pusat kegiatan di Kota Malang.

Sementara itu, Acara kali ini berlangsung khidmat dengan diisi diskusi ringan, hiburan musik dan tari khas Tiongkok, serta penyerahan cinderamata. Di akhir sesi, Konjen Ye Su juga menyampaikan doa kesehatan dan kesuksesan bagi semua warga Malang.

Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W

Pos terkait