Golkar Tanah Laut Tunjukkan Kepedulian Nyata untuk Korban Kebakaran Banyu Irang

TANAH LAUT(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Senin, 23 Februari 2026, suasana di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, masih menyisakan aroma abu. Dua hari setelah peristiwa kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah hunian, Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten Tanah Laut turun langsung ke lokasi, membawa bantuan sekaligus memastikan korban tidak menghadapi musibah seorang diri.

Kebakaran tersebut terjadi pada Sabtu malam, 21 Februari 2026. Laporan pertama diterima petugas pada pukul 19.50 WITA dari seorang aparat desa. Titik api berada di belakang Masjid Simpang 3, tepatnya di Jalan Taluk Raung RT 006 RW 002, Desa Banyu Irang. Rumah milik Muhammad Sulihan menjadi objek yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan laporan Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, regu Damkar Sektor Bati-Bati bergerak cepat. Satu unit dengan satu regu personel meluncur ke lokasi. Pemadaman dimulai pukul 20.15 WITA dan berhasil dituntaskan pada pukul 20.40 WITA. Dalam waktu sekitar 15 menit penanganan intensif, api dapat dikendalikan oleh tim gabungan.

Bacaan Lainnya

Kronologi kejadian menyebutkan, api muncul tak lama setelah pemilik rumah selesai berbuka puasa dan meninggalkan kediamannya. Warga sekitar mendengar suara ledakan kecil sebelum api dengan cepat membesar. Mendapat kabar tersebut, pemilik rumah segera kembali dan bersama warga berupaya mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik, meski hingga kini masih dalam tahap penyelidikan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai kurang lebih Rp70 juta. Angka yang tidak kecil bagi sebuah keluarga yang harus memulai kembali dari sisa-sisa puing.

Penanganan di lapangan melibatkan unsur Damkar Sektor Bati-Bati, Damkar Provinsi, Redkar/BPK Bati-Bati, Redkar/BPK Cempaka Banjarbaru, Babinsa TNI, Polsek Bati-Bati, serta aparat Desa Banyu Irang. Kolaborasi lintas unsur itu menjadi penanda bahwa dalam situasi darurat, sekat-sekat kewenangan melebur demi satu tujuan: menyelamatkan.

Di tengah situasi itulah, jajaran pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Tanah Laut hadir. Mereka meninjau langsung lokasi kebakaran, menyapa keluarga terdampak, serta menyerahkan bantuan kemanusiaan sebagai bentuk empati dan kepedulian. Kehadiran tersebut menjadi simbol komitmen bahwa partai politik tidak hanya bekerja dalam ruang-ruang formal, tetapi juga di saat masyarakat menghadapi ujian berat.

Bagi warga Banyu Irang, kebakaran ini bukan sekadar peristiwa yang tercatat dalam laporan harian. Ia adalah kehilangan, kepanikan, dan perjuangan untuk bangkit. Dan di antara puing yang tersisa, solidaritas kembali menemukan maknanya.(suarapancasila.id-hayat)

Pos terkait