Menengok Hangatnya Kebersamaan di Perum Mutiara Jingga Residence dan Inizio Saat Halal Bihalal.

Prosesi puncak halal bihalal warga Perumahan Mutiara Jingga Residence dan Inizio, Sabtu, (11/04/2026). Foto (Kim/ SUARAPANCASILA.ID)

KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Ratusan warga Perumahan Mutiara Jingga Residence dan Inizio yang tergabung dalam lingkungan RT 07, RW 04, Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menggelar tradisi Halal Bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1447 H pada Sabtu (11/04/2026).

​Acara rutin tahunan ini menjadi momentum krusial bagi warga untuk memperkuat ikatan silaturahmi sekaligus menegaskan kembali pentingnya nilai gotong royong di tengah kehidupan urban. Suasana berlangsung hangat, diawali dengan penampilan seni Banjari dari ibu-ibu PKK, sambutan, tauziah dari Habib Moch Muchsin Al Hadad, prosesi bersalaman, hingga makan bersama.

​Kegiatan kali ini terasa istimewa dengan kehadiran sejumlah tokoh masyarakat. Tampak hadir Dito Arief Nurakhmadi, S.AP, M.AP, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang sekaligus Ketua Fraksi Nasdem-PSI. Sebagai warga setempat, Dito memberikan apresiasi atas kerukunan yang terjaga di lingkungannya. Turut hadir pula Ketua RW 04, Eko, yang memberikan dukungan penuh terhadap kekompakan warga RT 07.

​Ketua RT 07, Ripkianto, ST, MT, dalam sambutannya memberikan refleksi mendalam mengenai pengelolaan lingkungan yang kini menaungi 242 Kartu Keluarga (KK). Ia menekankan bahwa kenyamanan sebuah perumahan tidak bisa hanya dibeli dengan uang.

Ketua RT 07, RW 04, Perum Mutiara Jingga Residence & Inizio, Ripkianto, ST, MT, menyampaikan sambutan di momen halal bihalal. Foto (Kim/SUARAPANCASILA.ID)

​”Seringkali kita terjebak dalam pemikiran bahwa dengan membayar iuran bulanan, tanggung jawab kita sudah selesai. Namun, uang tidak bisa menggantikan kehadiran, tenaga, dan kepedulian nyata,” tegas Ripkianto.

Bacaan Lainnya

​Ia memaparkan empat poin utama sebagai pilar kerukunan warga:

​1. Kekompakan sebagai fondasi: Warga adalah “jantung” dari sebuah lingkungan. Kehadiran dalam setiap agenda bersama merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras sesama tetangga.

​2. Estafet kepada Generasi Muda: Menanamkan sense of belonging (rasa memiliki) kepada anak-anak dan remaja agar tidak tumbuh menjadi pribadi yang individualis.

Tauziah Habib Moch Muchsin Al Hadad di momentum halal bihalal warga Perum Mutiara Jingga Residence. Foto (Kim/ SUARAPANCASILA.ID)

​3. Empati kepada Pengurus: Menghargai pengabdian pengurus RT/RW yang bekerja sukarela di sela-sela kesibukan pribadi demi memastikan keamanan dan kelancaran logistik lingkungan.

​4. Efisiensi Sosial: Gotong royong dinilai sebagai cara berhemat secara finansial, di mana partisipasi aktif warga dapat menekan biaya operasional lingkungan.

​Menutup acara, Ripkianto mengajak seluruh warga untuk terus bergerak bersama demi menjaga kenyamanan tempat tinggal mereka.

​”Mari kita tunjukkan bahwa kepedulian kita jauh lebih besar daripada sekadar nilai rupiah. Mari kita rawat kerukunan ini sebelum kita kehilangan kenyamanan yang selama ini kita nikmati bersama,” pungkasnya.

Reporter : Doni Kurniawan (Kim)
Editor : Denny W

Pos terkait