KOTA BATU (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Destinasi wisata buatan terbaru di Kota Batu, Mikutopia, mendadak jadi buah bibir di jagat maya. Objek wisata yang berdiri di atas Tanah Kas Desa (TKD) seluas tujuh hektar di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji ini, sukses menarik minat ribuan wisatawan meski terhitung baru beroperasi.
Fenomena ini tidak hanya membawa angin segar bagi industri pariwisata Jawa Timur, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi bagi warga lokal dan pelaku UMKM di wilayah tersebut.
Kepopuleran Mikutopia terlihat dari angka kunjungan yang fantastis. Pada momen libur panjang (long weekend), arus wisatawan domestik maupun mancanegara mengalir deras menuju desa yang terletak di kaki gunung ini.
Humas Mikutopia, Brian Kenendra, mengungkapkan bahwa tingkat hunian atau occupancy wisatawan meningkat drastis hingga menyentuh angka ribuan.
”Untuk kunjungan long weekend, peningkatan sangat luar biasa. Saat ini magnet utamanya masih bangunan bertema unik dan taman bunga warna-warni. Per hari, pengunjung bisa tembus di angka 3.000 hingga 4.000 orang,” ujar Brian kepada awak media, Minggu (5/4/2026).
Brian juga membocorkan bahwa pihak manajemen tengah menyiapkan kejutan baru.
“Saat ini progres wahana baru sudah mencapai 80 persen dan akan segera kami launching untuk menambah daya tarik,” imbuhnya
Efek viralnya Mikutopia dirasakan langsung oleh penyedia jasa akomodasi dan pedagang kecil. Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar, menjelaskan bahwa membludaknya wisatawan secara otomatis menghidupkan ekosistem ekonomi di sekitarnya.
”Makin banyak wisatawan, maka penginapan seperti hotel, homestay, hingga vila di sekitar sini ikut penuh. Ini secara otomatis mendongkrak ekonomi warga dengan UMKM-nya,” jelas Panji.
Lebih lanjut, Panji menekankan komitmen manajemen dalam pemberdayaan masyarakat. Tercatat, sebanyak 95 persen tenaga kerja di Mikutopia adalah warga asli setempat.
Sementara itu, Manajemen menggandeng BUMDES Tulungrejo untuk memasarkan produk lokal sebagai bentuk kolaborasi. Sedangkan untuk priorotas kerja, Membuka lowongan luas bagi warga Desa Tulungrejo guna menekan angka pengangguran.
Fendi Romadon, salah satu warga yang kini bekerja di Mikutopia, menyampaikan apresiasinya.
“Kami sangat berterima kasih. Dengan adanya tempat ini, warga di sini punya pekerjaan dan angka pengangguran berkurang,” ungkapnya.
Di tengah kesuksesannya, manajemen Mikutopia juga memberikan klarifikasi terkait tudingan penyebab banjir di wilayah tersebut. Brian Kenendra menegaskan, berdasarkan kajian historis dan fakta di lapangan, banjir terjadi karena intensitas hujan yang ekstrem di wilayah hulu.
”Pada hari kejadian, intensitas hujan memang di atas ambang batas normal. Desa-desa di atas kami juga mengalami banjir dan longsor. Jadi, ini lebih ke faktor alam dan kondisi di hulu yang berdampak ke hilir,” tegas Brian.
Pengalaman tak terlupakan dirasakan oleh Blasius Suratno (55), wisatawan asal Surabaya. Meski sempat terjebak kemacetan menuju lokasi, pengusaha properti ini mengaku puas setelah melihat langsung keindahan Mikutopia.
”Luar biasa, tempatnya sangat bagus, serasa di negeri dongeng yang nyata. Lelah terjebak macet terbayar tuntas. Saya harap ke depan ada inovasi seperti live music atau event fotografi, karena tempat ini sangat instagramable,” ujar Blasius.
Dengan pelayanan profesional dan fasilitas parkir yang luas, Mikutopia kini bersiap menjadi primadona baru yang diprediksi akan terus memuncaki daftar destinasi favorit di Kota Wisata Batu (KWB).
Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W










