Momen Hangat Wali Kota Malang di Acara ‘Klangenan’ Sebut Rendra Kresna Guru Segala Bidang

Wali Kota Malang, Dr.Ir.Wahyu Hidayat, MM, menyampaikan sambutan di acara halal bihalal Rendra Kresna dan Milad ke-64 "Klangenan" di Warung Tani Dermo Dau, Kabupaten Malang, Kamis (02/04/2026). Foto (Kim/SUARAPANCASILA.ID)

KABUPATEN MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID-Kehadiran Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., dalam perayaan Milad ke-64 Rendra Kresna di Warung Tani Dermo Dau, Kabupaten Malang, Kamis (02/04/2026), bukan sekadar pemenuhan undangan formal. Di balik seragam birokratnya, Wahyu menyimpan memori mendalam tentang sosok Rendra Kresna yang ia sebut sebagai mentor, guru, sekaligus figur ayah yang membentuk kariernya.

Dalam sambutan yang hangat dan penuh selipan humor, Wahyu Hidayat membeberkan sisi-sisi personal mantan Bupati Malang dua periode tersebut yang jarang diketahui publik.

Ia mengakui bahwa meskipun latar belakangnya murni seorang birokrat, ia belajar banyak tentang navigasi dunia politik dari Rendra Kresna.

Bacaan Lainnya

“Beliau adalah guru politik saya. Meskipun saya dulu adalah birokrat, tapi banyak sekali arahan dan bimbingan yang beliau berikan. Beliau tidak segan-segan mendidik, bahkan kalau saya salah, saya juga sering dimarahi,” kenang Wahyu disambut tawa hadirin.

Baginya, teguran dari Rendra Kresna adalah “bekal” berharga yang membentuk ketangguhannya hingga dipercaya menjabat sebagai Wali Kota Malang saat ini. Ia merasa banyak ASN di Kabupaten Malang yang sukses juga berkat tangan dingin didikan Rendra.

Salah satu pengakuan yang paling menarik adalah kekagumannya pada kedalaman pemahaman Rendra Kresna terhadap budaya Jawa, khususnya pewayangan.

“Ini luar biasa. Pak Rendra ini orang Madura, tapi soal urusan wayang, tidak ada yang bisa mengalahkan beliau. Cerita wayang, riwayat, hingga karakter tiap tokohnya beliau hafal di luar kepala. Beliau ini sebetulnya bisa jadi dalang,” ujar Wahyu penuh kekaguman.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat terima potongan tumpeng dari Rendra Kresna. Foto (Kim/SUARAPANCASILA.ID)

Pihaknya menceritakan bagaimana Rendra sering memberikan filosofi hidup melalui analogi tokoh-tokoh wayang saat masih menjabat di Kabupaten Malang. Hal ini dianggapnya sebagai fenomena unik—seorang putra Madura yang justru menjadi penjaga dan pakar budaya Jawa.

Menyinggung soal usia, Pak Mbois sapaan Wahyu memberikan pujian pada kondisi fisik dan energi Rendra Kresna. Meskipun secara administratif memasuki usia 64 tahun (yang menurutnya sudah masuk kategori matang dan senior), namun aura yang terpancar justru sebaliknya.

“Kalau saya lihat, penampilan Pak Rendra ini tidak seperti 64 tahun, tapi seperti anak muda usia 27 tahun,” kelakarnya.

Wahyu juga mengapresiasi wadah “Rumah Kita” yang mampu menyatukan berbagai warna politik dan latar belakang. Ia mengaku hadir karena rasa hormat dan persaudaraan, meskipun jadwal sebagai kepala daerah sangat padat.

Momen keakraban Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dengan Abah Anton (Wali Kota Malang periode 2013-2018). Foto (Kim/SUARAPANCASILA.ID)

“Acara ini sangat langka karena lintas partai, lintas birokrat, bahkan ada teman-teman pengusaha dan aktivis. Inilah spirit Malang Raya yang sebenarnya,” tambahnya

Menutup sambutannya, Wahyu Hidayat mendoakan agar Rendra Kresna tetap sehat dan terus menjadi mercusuar bagi para juniornya di pemerintahan maupun politik.

“Selamat ulang tahun Pak Rendra. Semoga tetap sehat, semangat, dan terus memberikan arti bagi kami semua yang selalu berguru pada bapak,” pungkasnya.

Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W

Pos terkait