MTQPN Politala 2026 Digelar Daring, Perkuat Spirit Qurani Generasi Muda

Pelaihari(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID — Suasana khidmat sekaligus penuh semangat mewarnai pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran Politeknik Nasional (MTQPN), Festival Habsyi Kabupaten Tanah Laut (Tala), dan Expo Politala Tahun 2026. Wakil Bupati Tanah Laut, H. M. Zazuli, secara resmi membuka kegiatan tersebut yang berlangsung pada 13–14 April 2026, dengan seluruh rangkaian lomba dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom.

Kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Tanah Laut sebagai tuan rumah menjadi kebanggaan tersendiri. Dalam sambutannya, Zazuli menegaskan bahwa di tengah derasnya arus perkembangan teknologi, generasi muda—khususnya mahasiswa politeknik—tidak cukup hanya unggul dalam kompetensi teknis. Mereka juga dituntut untuk memiliki fondasi spiritual yang kuat.

“MTQPN ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat kecintaan pada Al-Quran di kalangan generasi muda. Ini juga menjadi ajang silaturahmi dan memperkuat ikatan di antara politeknik se-Indonesia. Hendaknya kita saling berbagi pengalaman, wawasan, serta memperkuat kesatuan,” ujar Zazuli.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, ia mendorong seluruh peserta untuk menjadikan ajang ini sebagai ruang pengembangan diri, bukan sekadar kompetisi semata.

“Selamat mengikuti perlombaan. Jadikan ajang ini sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri,” pesannya.

MTQPN tahun ini menghadirkan sejumlah cabang lomba yang berfokus pada penguatan nilai-nilai Al-Quran, meliputi Hifzil (hafalan), Tartil (bacaan), Tilawah, serta lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Quran Islami. Sebanyak 382 peserta dari berbagai politeknik di seluruh Indonesia turut ambil bagian, menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda dalam kegiatan religius berbasis akademik ini.

Di sisi lain, Direktur Politeknik Negeri Tanah Laut, Meldayanoor, menilai pelaksanaan MTQPN secara daring justru menghadirkan makna tersendiri. Keterbatasan jarak tidak lagi menjadi penghalang untuk menyatukan semangat dalam satu panggung kebersamaan.

“Kita semua dapat berada dalam satu panggung istimewa meskipun terpisah jarak. MTQPN merupakan sarana strategis untuk membina siswa politeknik yang memahami dan mengamalkan Al-Quran,” kata Meldayanoor.

Tidak hanya berfokus pada kompetisi keagamaan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Expo Politala yang menampilkan beragam inovasi dan produk unggulan dari lingkungan kampus. Sinergi antara nilai religius dan pengembangan teknologi menjadi pesan kuat yang ingin disampaikan dalam ajang ini.

Lebih dari sekadar perlombaan, MTQPN Politala 2026 menjadi cermin upaya kolektif dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai spiritual—sebuah keseimbangan yang kian relevan di tengah tantangan zaman.(suarapancasila.id-foto:ist/mctala)

Pos terkait