Perkuat ‘Human Capital’, DPD PITI Malang Raya Suarakan Urgensi Beasiswa Strategis ke Tiongkok.

KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (DPD PITI) Malang Raya memanfaatkan momentum pertemuan bilateral dengan Konsulat Jenderal Tiongkok untuk menyuarakan aspirasi penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Organisasi ini mendorong adanya skema beasiswa khusus bagi putra-putri daerah sebagai bagian dari komitmen pembangunan jangka panjang.

​Dalam keterangan persnya kepada media, Ketua DPD PITI Malang Raya, Leo A. Permana, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa secara institusional, PITI memandang investasi pada modal manusia (human capital) adalah kunci utama dalam merespons keterbukaan ekonomi global.

​Leo A. Permana menjelaskan bahwa PITI Malang Raya telah menyusun pokok-pokok pikiran organisasi kepada Konsul Jenderal Tiongkok, Ye Su. Salah satu poin krusial adalah keinginan organisasi agar Tiongkok membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi mahasiswa asal Malang Raya, terutama di bidang teknologi terapan dan hukum ekonomi.

Bacaan Lainnya

​”Kami menyampaikan kepada pihak Konsulat bahwa PITI ingin menjadi jembatan intelektual. Aspirasi kami adalah adanya keberlanjutan program beasiswa yang terukur, sehingga terjadi transfer pengetahuan (knowledge transfer) yang nyata bagi generasi muda kita,” ungkap Leo kepada awak media di kawasan Jl. Kalimantan, Malang, Kamis (02/04/2026).

​Sebagai organisasi yang memiliki irisan kultural unik, PITI Malang Raya menilai program beasiswa bukan sekadar bantuan finansial, melainkan instrumen diplomasi yang strategis. Secara akademis, Leo memaparkan bahwa sinergi pendidikan ini akan memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi pembangunan di Malang Raya.

Keinginan yang disampaikan kepada awak media meliputi, Penyelarasan kompetensi dengan mendorong kurikulum beasiswa yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan di Jawa Timur.

​Kemudian Aksesibilitas informasi, PITI berkomitmen menjadi pusat informasi dan pendampingan bagi calon mahasiswa agar siap secara mental dan akademik.

​Selain itu, Diplomasi budaya dengan menjadikan penerima beasiswa sebagai duta moderasi beragama yang memperkuat citra positif Indonesia di Tiongkok.

​Ditinjau dari aspek legal-formal, Leo A. Permana yang juga seorang intelektual di bidang hukum, menekankan bahwa PITI ingin memastikan adanya payung kerja sama yang kuat antara institusi pendidikan di Tiongkok dengan entitas lokal di Malang.

​”Secara organisasi, kami menekankan bahwa pembangunan fisik seperti MRT atau infrastruktur lainnya harus dibarengi dengan kesiapan teknokrat lokal. Inilah misi yang PITI titipkan kepada pihak Konsulat agar dapat diakomodasi dalam agenda kerja sama mendatang,” pungkasnya.

Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W

Pos terkait