Rayakan Milad ke-64, Rendra Kresna Hidupkan Kembali Semangat “Rumah Kita” untuk Malang Raya.

Rendra Kresna menyampaikan sambutan halal bihalal dan Milad 64 di Warung Tani Dermo Dau, Kamis (02/04/2026). Foto (Kim/ SUARAPANCASILA.ID)

KABUPATEN MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Warung Tani Dermo Dau, Kabupaten Malang, pada Kamis (02/04/2026). Mantan Bupati Malang dua periode (2010–2021), Dr. H. Rendra Kresna, menggelar acara Halalbihalal sekaligus tasyakuran Milad ke-64 bertajuk “Klangenan”.

Acara yang diinisiasi oleh wadah “Rumah Kita” ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga simbol rekonsiliasi dan sinergi lintas tokoh di Malang Raya.

Kemeriahan acara terlihat dari daftar tamu undangan yang hadir. Tampak di lokasi, Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., Wakil Wali Kota Ali Muthohirin, S.Sy, serta Wali Kota Malang periode 2013-2018, H. Mochamad Anton (Abah Anton).

Bacaan Lainnya
Momen kebersamaan satu meja Rendra Kresna dengan pejabat/tokoh publik Malang Raya. Foto (Kim/SUARAPANCASILA.ID)

Hadir pula Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kerakyatan DPP PDI Perjuangan, Dra. Sri Rahayu, bersama deretan birokrat, politisi, akademisi, aktivis, tokoh agama, masyarakat hingga pengusaha dan awak media. Momen puncak acara ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur atas bertambahnya usia Rendra Kresna.

Dalam sambutannya, Rendra Kresna menjelaskan bahwa tajuk “Klangenan” dipilih untuk menggambarkan kerinduan akan kebersamaan yang tulus.

“Istilah ‘Klangenan’ merujuk pada sesuatu yang istimewa, bisa berupa kesenangan, hobi, atau ‘kerentek hati’ untuk menjalin kebersamaan. Sebagai makhluk sosial, kita harus terus bergerak dan berkumpul, apalagi di tengah kemajuan teknologi yang terkadang membuat kita merasa sendiri,” ujar Rendra.

Meski hari ulang tahunnya jatuh pada 22 Maret lalu, Rendra merasa momen bulan Syawal ini adalah waktu yang tepat untuk mengumpulkan kembali para sahabat. Ia juga menegaskan bahwa pertemuan ini murni silaturahmi tanpa agenda politik praktis.

“Judul utama kita adalah ‘Rumah Kita’. Ini adalah wadah untuk duduk bersama demi satu tujuan: kepentingan Malang Raya secara utuh, bukan hanya sekat administratif Kota, Kabupaten, atau Batu,” tegasnya.

Safril M (Caping), salah satu penggagas sekaligus panitia acara, memaparkan kilas balik berdirinya “Rumah Kita” pada tahun 2014. Wadah ini lahir sebagai respons atas ketegangan politik pasca-Pilkada Kabupaten Malang yang sempat memicu keretakan antar kelompok masyarakat.

“Kala itu ada perseteruan kuat antara kubu Edi Rumpoko-Dewanti dan Rendra-Sanusi. Kami bersama tokoh lain seperti Ainun, Pak Anam, dan Gus Wildan sepakat membentuk wadah ini untuk meredam konflik dan menyinergikan perbedaan,” ungkap Safril.

Rendra Kresna beri potongan tumpeng kepada Safril M (Caping). Foto (Kim/SUARAPANCASILA.ID)

Beberapa poin utama yang diusung “Rumah Kita” antara lain, Kedewasaan politik, dimana yang menang tidak jumawa, yang kalah harus legowo. Kemudian Inklusivitas dengan menampung semua warna politik (Merah, Hijau, Kuning, Biru, hingga Abu-abu). Sedangkan Produktivitas yaitu mengalihkan energi konflik menjadi energi pembangunan daerah melalui analisis SWOT wilayah.

Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang di acara ini seolah mengonfirmasi bahwa semangat “Rumah Kita” masih relevan. Rendra Kresna menutup acara dengan apresiasi tinggi kepada para tamu yang meluangkan waktu di tengah kesibukan mengurus daerah.

Safril M (Caping), salah satu panitia/pengagas acara Roemah Kita halal bihalal Rendra Kresna dan Milad ke-64 di Warung Tani Dermo Dau, Kamis (02/04/2026). Foto (Kim / SUARAPANCASILA.ID)

Melalui momen “Klangenan” ini, terpancar pesan kuat bahwa meski kontestasi politik terus bergulir, persatuan demi kemajuan Malang Raya tetap menjadi prioritas utama di atas ego pribadi maupun kelompok.

Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W

Pos terkait