BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Anggota Komisi II DPR RI Shintya Sandra Kusuma mengapresiasi kinerja Bank Jateng yang dinilai terus meningkat dalam satu tahun terakhir. Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tetap diimbangi dengan keberpihakan kepada masyarakat kecil.
Hal itu disampaikan Shintya dalam keterangan tertulisnya, usai kunjungan spesifik Komisi II DPR RI ke Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026).
“Peningkatan kinerja Bank Jateng patut diapresiasi, ini menunjukkan adanya penguatan dari sisi manajemen dan bisnis,” kata Shintya.
Meski begitu, ia menegaskan Bank Jateng sebagai BUMD tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata.
“Bank Jateng harus memastikan bahwa dana yang ada tidak lebih banyak mengalir ke korporasi besar, tetapi benar-benar berpihak pada petani, nelayan, dan pelaku UMKM di daerah Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes,” tegasnya.
“Jangan sampai hanya fokus ke laba dan berpihak ke korporasi besar saja,” lanjut Shintya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi II DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima bersama Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin, serta diikuti sejumlah anggota lainnya.
Mereka diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Turut hadir para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah, jajaran Komisaris dan Direksi Bank Jateng, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, serta perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri.
Menurut Shintya, sektor pertanian, perikanan, dan UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah yang harus mendapat prioritas dalam akses pembiayaan.
“Ekonomi kerakyatan harus menjadi prioritas. Kalau ini diperkuat, dampaknya akan langsung terasa bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan peran strategis Bank Jateng sebagai bank daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan.
“Peran Bank Jateng harus lebih kuat dalam mendukung ekonomi kerakyatan, bukan hanya memperbesar portofolio korporasi,” pungkasnya.










