Tiga Sumur Minyak Kolok Nan Tuo Siap Dieksploitasi, Warga Tunggu Restu Pusat

SAWAHLUNTO (SUMBAR) -SUARAPANCASILA.ID. –Lebih dari seratus tahun setelah kolonial Belanda menghentikan pengeboran Kekayaan Alam berupa Sumber minyak di Desa Kolok Nan Tuo, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto,kini masyarakat kembali bersiap membangkitkan sumur minyak tua ini, Melalui Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri yang terdaftar resmi di Kemenkumham (AHU-00877118.29-2025, NIK 1373030020027),. Saat ini,tiga titik sumur sudah siap dikerjakan.Dalam bincang singkat dengan awak media pada 07/04/2026 di desa Kolok Nan Tuo,Ketua koperasi, Erichan BAc Dt. Malin Pangulu yang lebih di kenal dengan Dt. Bai Kolok, menyatakan,tim teknis dan ahli penyulingan pun telah dipersiapkan.

“Kami optimis bisa berproduksi maksimal. Semua persyaratan sudah dirampungkan, termasuk konsultasi dengan Gubernur Mahyeldi yang didampingi unsur teknis provinsi,” ujarnya. Kini satu-satunya yang ditunggu: hanya izin resmi dari Kementerian ESDM.

Terkait tengan sumur minyak ini,Sejarah juga memperkuat optimisme warga. Catatan akhir abad ke-19 menyebut insinyur Belanda pernah mengangkat hingga 9.000 liter minyak ringan dari Kolok – cukup untuk penerangan dan mesin uap yang didatangkan khusus. Proyek dihentikan 1902 bukan karena cadangan habis, melainkan keterbatasan teknologi dan geologi saat itu. Artinya, minyak di Kolok itu nyata bukan sekedar legenda.

Bacaan Lainnya

Dan Langkah koperasi ini terasa simbolik: di tengah narasi lama bahwa Sumatera Barat minim migas, warga Kolok bergerak mandiri tanpa menunggu investor besar. Jika izin turun, eksplorasi skala rakyat ini bisa menghidupkan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan menambah portofolio energi daerah.

Namun ironi mencuat ketika kesiapan warga justru tertahan di meja birokrasi pusat. Erichan yang juga seorang Datuak ini,menuturkan dokumen lengkap sudah diajukan, tinggal lampu hijau Jakarta. “Kalau izin tak kunjung terbit, yang tertahan bukan hanya ekonomi rakyat, tapi peluang kebangkitan energi lokal yang sudah menunggu lebih dari 100 tahun,” katanya.

Harapan masyarakat dengan semangat dan optimisme terlihat menjelang sore di Lapangan Kolok, warga mulai menyiapkan peralatan ringan, berfoto di mulut sumur, dan berdiskusi soal pembagian hasil kelak. Bagi mereka, tiga sumur ini bukan sekadar lubang bor; ini adalah tes keseriusan negara mendukung inisiatif rakyat.

Kolok kini tidak lagi diam. Tiga sumur sudah siap. Sawahlunto menunggu: kebangkitan energi lokal atau kegagalan lama yang terulang karena lambannya izin.

Pos terkait