KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Momentum Idul Fitri 1 Syawal 1447 H menjadi sarana mempererat silaturahmi bagi ratusan warga Perumahan Mutiara Jingga Residence dan Inizio. Bertempat di lingkungan RT 07 RW 04, Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, warga menggelar tradisi Halal Bihalal yang berlangsung hangat pada Sabtu (11/04/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh tokoh masyarakat setempat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang sekaligus Ketua Fraksi Nasdem-PSI, Dito Arief Nurakhmadi, S.AP, M.AP.
Dalam sambutannya, Dito yang menetap di perumahan tersebut sejak tahun 2022 menekankan pentingnya menjaga kesolidan antar-tetangga. Ia mengapresiasi kinerja pengurus lingkungan, mulai dari Ketua RT 07 Ripkianto, ST, MT, hingga Ketua RW 04 Eko, yang dinilai berhasil mengelola urusan domestik warga dengan sangat baik.
”Selama saya tinggal di sini, urusan dasar seperti air, listrik, dan sampah selalu teratasi dengan baik. Ini bukti bahwa pengurus RT dan RW bekerja nyata tanpa harus menunggu campur tangan anggota dewan,” ujar Dito di hadapan pengurus RT/RW dan ibu-ibu PKK yang hadir.
Sebagai anggota legislatif yang membidangi urusan infrastruktur dan lingkungan, Dito membawa dua usulan strategis untuk kemajuan Mutiara Jingga. Pertama, ia mendorong adanya sistem pengelolaan sampah komunal di dalam perumahan.
”Masalah sampah di Kota Malang sudah krusial. Saya usul agar MJR punya tempat pengolahan sendiri, sehingga beban sampah yang lari ke TPA Supit Urang bisa berkurang secara signifikan,” jelasnya
Kedua, Dito memberikan edukasi terkait Peraturan Daerah (Perda) Parkir. Menanggapi keresahan warga soal isu biaya parkir di area depan perumahan atau minimarket, ia menegaskan bahwa praktik pungutan di halaman minimarket adalah ilegal.
”Sesuai Perda Kota Malang, parkir di halaman minimarket itu gratis karena pengelola sudah membayar pajak parkir ke pemerintah. Warga berhak menolak jika tidak ada karcis resmi,” tegas politisi muda tersebut.
Tak sekadar memberi usulan, Dito juga menunjukkan kontribusi nyata melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD. Untuk tahun anggaran 2026, ia telah mengalokasikan bantuan alat potong rumput guna mendukung penataan taman dan estetika lingkungan.
Komitmen tersebut akan ditingkatkan pada tahun 2027 mendatang. Dito berencana mengalokasikan sekitar 10% dari total dana Pokirnya, atau senilai kurang lebih Rp150.000.000, khusus untuk pembangunan infrastruktur di lingkungan MJR.
Menariknya, Dito sempat melontarkan pernyataan reflektif terkait dinamika politik masa lalu. Ia menegaskan bahwa pembangunan lingkungan harus melampaui sekat-sekat perbedaan pilihan saat pemilu.

”Meskipun Pak RT kemarin mungkin tidak memilih saya, itu bukan masalah. Tahun depan, dana Pokir saya banyak dialokasikan untuk warga MJR sebagai bentuk pengabdian saya sebagai tetangga sekaligus wakil rakyat,” pungkasnya disambut tawa dan apresiasi dari warga.
Reporter : Doni Kurniawan
Editor : Denny W










