Genting di Tanah Laut: Gerakan Bersama Atasi Stunting Demi Cetak Generasi Unggul dan Berdaya Saing

TANAH LAUT, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) terus memperkuat komitmen dan langkah strategis dalam menekan angka prevalensi stunting. Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bertempat di Aula Kantor Kecamatan Pelaihari, Senin (12/10/2026).

​Acara penting ini dihadiri oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Masturi, S.STP., yang hadir mewakili Bupati, serta turut dihadiri oleh perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan pihak terkait lainnya.

​Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Masturi menekankan bahwa penanganan stunting tidak hanya berfokus pada aspek fisik semata, melainkan fondasi masa depan bangsa.

Bacaan Lainnya

​”Stunting bukan sekadar persoalan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga menyangkut perkembangan kecerdasan, kesehatan, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, pencegahannya membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh pihak,” ujar Masturi saat membacakan sambutan resmi.

​Ia juga menambahkan bahwa penurunan angka stunting merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja. Dukungan lintas sektor mulai dari instansi vertikal, lembaga sosial, dunia usaha, hingga lapisan masyarakat sangat diperlukan.

Para kepala SKPD dan camat diminta untuk terus memperkuat validitas data serta memastikan program intervensi tepat sasaran menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan.

​Berdasarkan data percepatan program Genting di Kabupaten Tala tahun 2026, tercatat sebanyak 1.582 sasaran yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Hingga saat ini, sebanyak 1.379 sasaran atau sekitar 87,2% telah berhasil mendapatkan bantuan.

Kendati demikian, masih terdapat sisa 203 sasaran yang belum terbantu dan menjadi fokus percepatan penyelesaian melalui kolaborasi lintas sektor serta optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) dari dunia perbankan dan swasta.

​Melalui pelaksanaan FGD ini, diharapkan terbangun penyamaan persepsi, pemetaan kebutuhan yang akurat, serta pembagian peran yang terstruktur dan transparan demi mewujudkan aksi nyata di lapangan.

​”Mari kita jadikan Genting sebagai gerakan kepedulian bersama demi melahirkan generasi Tala yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Dengan semangat ‘bagawi sebarataan’, saya yakin upaya ini dapat kita laksanakan dengan lebih optimal,” pungkasnya menutup sambutan.

suarapancasilaid'

Pos terkait