TANAH LAUT, SUARA PANCASILA.ID – Kementerian Pertanian melalui melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM pertanian melaksanakan gerakan tanam serempak 10.000 Ha pada program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2026 tingkat nasional.
Kegiatan ini dipusatkan di Desa Padang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, Rabu (14/10/2026). Pada lokasi acara dilaksanakan tanam seluas 10 ha,dimana yang sudah tertanam pada lahan CSR ini dari target 215 ha sudah tertanam 65 ha.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P., yang sekaligus membuka kegiatan tanam serentak secara simbolis. Hadir pula Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan & SDM H. Achmad Taufiq yang mewakili Bupati Tala, perwakilan Gubernur Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun), unsur Forkopimcam, para penyuluh, petani setempat, dan pihak terkait lainnya.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh H. Achmad Taufiq, disampaikan bahwa gerakan tanam serempak ini bukan sekadar rutinitas menanam padi, melainkan sebuah langkah nyata untuk mengoptimalkan lahan pertanian, mendongkrak produksi pangan, serta mendukung pencapaian swasembada pangan secara berkelanjutan.
”Program Cetak Sawah Rakyat memiliki peran strategis dalam memperluas area tanam dan meningkatkan kapasitas produksi pangan. Pemerintah Kabupaten Tala siap menyiapkan lahan, infrastruktur, ketersediaan sarana produksi, penerapan teknologi pertanian, hingga pendampingan penyuluh secara berkelanjutan,” ujar H. Achmad Taufiq saat membacakan sambutan Bupati.
Kabupaten Tala sendiri dinilai memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya tanaman pangan. Oleh karena itu, sinergi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar potensi ini dapat dimanfaatkan secara optimal.
Lebih lanjut, ditekankan pula bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari luasnya lahan yang dicetak dan ditanami saja, melainkan dari peningkatan produktivitas, keberlanjutan pemanfaatan lahan, serta dampak nyata yang langsung dirasakan oleh kesejahteraan para petani.
”Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui penguatan kolaborasi dari seluruh pihak, kita optimis mampu mewujudkan sektor pertanian di Kabupaten Tala dan Indonesia yang semakin produktif, tangguh, dan berkelanjutan,” pungkasnya.











