LEBAK (BANTEN), SUARAPANCASILA.ID – Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriandi mengungkapkan, Dinas PUPR pada tahun 2025 melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) telah merampungkankan berbagai kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi pada sejumlah wilayah prioritas di Kabupaten Lebak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi, kapasitas, dan efektivitas sistem irigasi dalam mendukung produktivitas pertanian, sekaligus menjaga keberlanjutan pemanfaatan sumber daya air bagi masyarakat.
“Kalau secara keseluruhan, terdapat 40 lokasi Daerah Irigasi (DI) yang menjadi sasaran penanganan, dengan lokasi kegiatan tersebar pada 16 kecamatan dan 39 desa di wilayah Kabupaten Lebak.” ujar Dade kepada SUARAPANCASILA.ID, Senin (8-12-2025).
Menurutnya, pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi ini tidak hanya berfungsi untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas infrastruktur irigasi, namun juga memberikan kontribusi langsung terhadap penguatan ketahanan pangan daerah.
“Dengan meningkatnya kapasitas saluran dan distribusi air irigasi, produktivitas lahan pertanian menjadi lebih optimal, risiko gagal panen akibat kekurangan pasokan air dapat diminimalisir, serta keberlanjutan siklus tanam dapat terjaga” tutur Dade.
Langkah ini, lanjut dia, menjadi bagian strategis mendukung stabilitas produksi pangan lokal, memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan Kabupaten Lebak secara berkelanjutan.
Selain itu, Bidang SDA juga telah melaksanakan kegiatan pembangunan Bangunan Perkuatan Tebing sebagai bagian dari upaya pengelolaan sumber daya air dan mitigasi risiko bencana pada daerah aliran sungai (DAS) yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Pelaksanaan kegiatan meliputi beberapa lokasi prioritas, di 3 lokasi yakni 3 Desa dan 3 Kecamatan. Secara keseluruhan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari target peningkatan infrastruktur pengendali daya rusak air pada wilayah Kabupaten Lebak.
Kata Dade, kegiatan pembangunan perkuatan tebing ini bertujuan untuk meningkatkan stabilitas dan keamanan tebing sungai, mengurangi risiko terjadinya erosi dan longsoran serta melindungi permukiman dan infrastruktur di sekitar bantaran sungai.
“Saya bersyukur, dengan terlaksananya kegiatan tersebut, Bidang SDA telah berkontribusi signifikan terhadap pencapaian sasaran strategis pembangunan infrastruktur pengendalian bencana di Kabupaten Lebak” pungkasnya.
Penulis : Darmawan










