JAKARTA, SUARAPANCASILA.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya peran industri digital dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul sekaligus memastikan keamanan penggunaan teknologi bagi anak dan keluarga Indonesia.
Menurutnya, mandat Presiden Prabowo Subianto sangat jelas, yakni mewujudkan SDM unggul dan tangguh melalui fondasi kesehatan yang menyeluruh, kompetensi, serta kontribusi nyata bagi bangsa. Hal itu mencakup kesehatan fisik, mental, sosial, moral, hingga spiritual. “Orang pintar tapi tidak sehat, nilainya seperti dikalikan nol. Anak yang berprestasi tetapi tidak sehat, potensinya juga tidak maksimal. Karena itu kesehatan menjadi dasar utama,” ujar Pratikno, dalam acara “Safer Internet Day 2026: Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI” di Kantor KemenKoPMK, Jakarta, Selasa (10/2/2026)
Ia menjelaskan, setelah aspek kesehatan terpenuhi, penguatan kompetensi profesional dan kontribusi sosial menjadi tahapan berikutnya. Ketiganya saling terkait erat dengan perkembangan dunia digital yang kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Menko PMK menilai kehadiran platform digital membawa manfaat besar, namun juga menghadirkan tantangan serius, terutama bagi anak-anak dan keluarga. Karena itu, ia meminta industri teknologi tidak hanya menghadirkan fitur atau panduan, tetapi memastikan teknologi tersebut benar-benar digunakan dan berdampak nyata. “Bukan sekadar membuat panduan. Yang penting sejauh mana panduan itu dipakai oleh guru, orang tua, dan anak-anak Indonesia. Ukuran keberhasilan bukan apa yang dibuat, tapi apa yang digunakan,” tegasnya.
Pratikno juga mendorong inovasi teknologi yang mampu melindungi pengguna, khususnya anak-anak. Ia mencontohkan pentingnya sistem otomatis yang bisa mendeteksi usia pengguna, mengunci akses konten tertentu, serta mempermudah orang tua mengawasi penggunaan gawai.
Menurutnya, upaya edukasi yang dilakukan pemerintah melalui berbagai kementerian tidak akan cukup tanpa dukungan teknologi yang mampu memastikan perlindungan itu berjalan efektif di lapangan.
Menko PMK mengingatkan bahwa disrupsi digital telah memengaruhi hampir seluruh sektor pembangunan manusia, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ketahanan keluarga. Fenomena meningkatnya waktu layar (screen time), berkurangnya interaksi keluarga, hingga dampak psikologis seperti kecemasan dan depresi menjadi tantangan nyata yang harus diantisipasi bersama. “Banyak keluarga berkumpul di satu meja, tapi tidak ada komunikasi karena masing-masing sibuk dengan gawai. Anak-anak kurang bergerak, risiko obesitas meningkat, muncul FOMO, kecemasan, hingga depresi. Ini dampak nyata yang harus kita kelola bersama,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa teknologi tetap menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Karena itu, yang diperlukan adalah pengelolaan dan penguatan tanggung jawab bersama antara pemerintah, industri, dan masyarakat.
Ia pun mengajak perusahaan teknologi global untuk berkolaborasi lebih serius dalam mengembangkan fitur yang tidak hanya informatif, tetapi juga memastikan perlindungan dan edukasi digital benar-benar tersampaikan dan digunakan secara luas oleh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Pratikno juga menekankan bahwa keberhasilan sebuah platform bukan diukur dari peluncurannya, melainkan dari jangkauan dan dampaknya bagi masyarakat luas. “Membuat platform itu tidak sulit. Yang sulit adalah memastikan platform itu menjangkau dan digunakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Itu ukuran keberhasilannya,” pungkas Menko PMK.
Pasha Yudha Ernowo, Kristantyo Wisnubroto
https://infopublik.id/










