Menyiapkan Pemimpin 2045, Dispora Tanah Laut Gembleng 30 Pemuda Terpilih

PELAIHARI(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Di tengah tantangan zaman dan peluang besar bonus demografi, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus mematangkan langkah strategis menyiapkan generasi pemimpin masa depan. Salah satunya diwujudkan lewat Pelatihan Kepemimpinan Pemuda bertema “Leadership for Impact: Membentuk Pemimpin Visioner, Tangguh dan Kolaboratif” yang digelar di Pelaihari, Rabu (11/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menyongsong Indonesia Emas 2045. Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Dispora Tanah Laut, Rudi Imtihansyah, yang menegaskan bahwa pembangunan daerah ke depan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan generasi mudanya.

Dalam sambutannya, Rudi menekankan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045 menitikberatkan pada penyiapan kader-kader pemimpin masa depan Tanah Laut. Menurutnya, ruang pelatihan ini bukan sekadar forum belajar, melainkan ladang persemaian calon pemimpin di berbagai level.

Bacaan Lainnya

“Kita menyamakan visi dan misi untuk menyiapkan kader muda Tanah Laut. Siapa yang akan menjadi bupati 2045, anggota DPRD, kepala dinas, bahkan pemimpin di tingkat provinsi dan nasional, bisa jadi ada di ruangan ini,” ujarnya.

Lebih jauh, Rudi mengingatkan bahwa pemuda memiliki posisi strategis sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, yakni sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan. Bonus demografi yang kini dihadapi Indonesia, menurutnya, adalah peluang emas yang hanya akan bermakna jika diiringi kesiapan kapasitas, karakter, dan mental kepemimpinan.

“Bonus demografi adalah peluang. Tinggal kita memilih menjadi generasi yang sukses atau justru tertinggal. Karena itu, kita harus menempa diri dengan kemampuan dan mental kepemimpinan,” tegasnya.

Pelatihan ini dirancang komprehensif dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. KNPI Provinsi Kalimantan Selatan mengupas manajerial organisasi dan kepemimpinan, Hasnur Center membawakan materi pemetaan potensi serta kewirausahaan, Dispora Provinsi Kalsel mengulas pentingnya jejaring kepemudaan, sementara alumni Lemhannas memberikan pembekalan wawasan kebangsaan.

Kadispora juga memberikan apresiasi terhadap geliat organisasi kepemudaan di Tanah Laut yang selama ini aktif menggelar musyawarah, diskusi, kegiatan seni, aksi sosial, hingga respons kebencanaan. Saat ini, tercatat sekitar 48 organisasi kepemudaan yang bernaung di bawah KNPI, ditambah berbagai komunitas lain yang turut memperkaya dinamika kepemudaan di daerah.

Dengan jumlah pemuda mencapai sekitar 24 persen dari total penduduk, sektor kepemudaan dinilai layak memperoleh perhatian strategis dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Sebanyak 30 peserta terpilih diharapkan mampu memaksimalkan kesempatan ini sebagai langkah awal membangun fondasi kepemimpinan yang kokoh.

“Kegiatan ini bagian dari proses panjang menyiapkan generasi unggul. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” pungkasnya.(suarapancasila.id-foto:ist/mctala)

Pos terkait