BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA .ID – Pemandian air panas di wilayah Brebes selatan kini mendapat perhatian serius dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso. Dalam kunjungan lapangan pada hari kedua masa kerjanya, Selasa (10/2/2026), Fajar menegaskan bahwa obyek wisata pemandian air panas memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan yang mampu menarik wisatawan sekaligus memberi manfaat kesehatan.
Kunjungan dimulai dari Pemandian Air Panas Cipanas Buaran di Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung. Di lokasi ini, Fajar meninjau kondisi kolam, fasilitas pendukung, serta kenyamanan pengunjung. Ia kemudian melanjutkan ke Pemandian Air Panas Tirta Husada di Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan.

Usai meninjau pemandian air panas, Adi melanjutkan agenda dengan mengunjungi Museum Buton di Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong.
“Kami ingin memastikan pengembangan pariwisata benar-benar sesuai kondisi di lapangan, bukan hanya berdasarkan laporan,” tegas Fajar.
Dalam kesempatan itu, Fajar menyampaikan rencana uji coba operasional hingga pukul 20.00 WIB.
“Untuk tahap awal, kami uji coba buka sampai jam delapan malam sambil melihat respons pengunjung dan kesiapan pengelola,” jelasnya.
Untuk mendukung rencana tersebut, Dinbudpar Brebes akan menambah tenaga pengelola khusus di jam sore hingga malam, memperbaiki kamar bilas, serta menambah penerangan di area kolam agar pengunjung merasa aman dan nyaman.
Fajar menilai pemandian air panas tidak hanya berpotensi sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai sarana terapi kesehatan.
“Pemandian air panas bukan hanya wisata, tapi juga bisa menjadi sarana terapi kesehatan, terutama bagi penderita penyakit kulit,” katanya.
Dengan manfaat ganda, rekreasi sekaligus kesehatan, pemandian air panas di Brebes selatan diproyeksikan menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Rencana uji coba operasional hingga malam hari mendapat sambutan positif dari tokoh masyarakat Bumiayu, H. Makmur.
“Kalau Cipanas bisa buka sampai malam, warga Brebes tidak perlu jauh-jauh ke Guci Tegal. Ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Fajar menegaskan jajaran Dinbudpar siap bekerja cepat mendukung program prioritas Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dan Wakil Bupati Wurja melalui program BESTIE.
“Kami siap bekerja keras dan tancap gas mendukung program Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dan Wakil Bupati Brebes Wurja. Program BESTIE harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam rencana kerjanya, Adi menekankan pentingnya digitalisasi kebudayaan dan pariwisata untuk memperluas promosi wisata Brebes.
“Dengan digitalisasi, promosi wisata bisa menjangkau lebih luas dan data pariwisata menjadi lebih akurat,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, Dinbudpar Brebes optimistis pemandian air panas Cipanas Buaran dan Tirta Husada akan menjadi destinasi unggulan yang bukan hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Brebes.










