BANYUASIN, SUARA PANCASILA.ID – Dengan semakin memprihatinkannya kabut asap di Sumatera Selatan, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman memimpin langsung Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2026 yang digelar di Griya Agung Palembang, Rabu (14/10/2026).
Didampingi langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, SH., MH dan Bupati Walikota se-Sumatera Selatan, rapat membahas dan menitik beratkan kepada pencegahan dengan melakukan sosialisasi dengan ketat dari level desa sampai kabupaten.
Selain itu juga, sesuai amanah Presiden RI, Prabowo Subianto agar penegakan hukum yang tepat dan terukur dilakukan sebagai efek jera kepada masyarakat yang masih melakukan tindakan pembakaran. “Gubernur, Bupati, Walikota, TNI, Polri dan semua unsur masyarakat berkerja sama, jika ada tindakan pembakaran hutan secara sengaja. Laporkan dan tindak tegas bagi pelakunya,” jelasnya.
Setelah ini, kita akan melaunching Teknologi Dry Ice (es kering/biang es) yakni teknologi pemanfaatan karbon dioksida (CO₂) padat bersuhu ekstrem sekitar -78°C yang langsung berubah menjadi gas tanpa melalui fase cair (sublimasi).
Teknologi ini diuji coba mulai hari ini, 14 Oktober 2026, sebagai bagian dari kerja sama Indonesia dan Thailand untuk mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan fokus wilayah prioritas di Kota Palembang dan sekitarnya.
Dalam kesempatan ini, Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH, sangat menyambut baik dengan adanya metode baru Teknologi Dry Ice yang akan dilaunching hari ini dan kita siap bersama, bergotong royong, Pemda, TNI, Polri dalam penanganan karhutla di Sumatera Selatan.
“Semoga metode ini segera membantu banyak, mengembalikan udara yang bersih di Sumatera Selatan,” singkatnya langsung menuju lokasi launching.











