PELAIHARI(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Malam takbiran(20/03/2026) di Pelaihari kembali menjelma menjadi ruang temu antara tradisi, kreativitas, dan semangat kebersamaan. Di tengah gegap gempita Festival Gema Takbir yang digelar Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, kehadiran Sekretariat DPRD Tanah Laut menjadi salah satu penanda bahwa perayaan Idulfitri bukan hanya soal seremonial, tetapi juga refleksi nilai yang ingin terus dirawat.
Sekretariat DPRD Tanah Laut ambil bagian dalam Festival Gema Takbir Mobil Hias 1 Syawal 1447 Hijriah dengan mengusung tema “Merajud Persaudaraan Menuju Cahaya Kemenangan Untuk Tanah Laut Berkah Berkelanjutan”. Tema ini tidak sekadar menjadi hiasan visual pada kendaraan, melainkan pesan yang ingin disampaikan kepada publik: bahwa kemenangan Idulfitri menemukan maknanya dalam persaudaraan yang dirajut dan keberlanjutan yang dijaga.
Festival yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga menghidupkannya dalam format yang lebih atraktif. Rute pawai dimulai dari Balairung Tuntung Pandang, mengelilingi Kota Pelaihari, dengan iringan gema takbir yang mengalun dari setiap peserta.
Sebanyak 56 peserta turut ambil bagian, terdiri dari 42 kategori SKPD, 12 kategori umum, dan 2 instansi vertikal. Kehadiran berbagai unsur ini memperlihatkan keterlibatan kolektif lintas sektor, dari pemerintah hingga masyarakat umum, dalam menyemarakkan malam kemenangan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Myrza Fazrina, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari APBD dengan total hadiah mencapai Rp90 juta. Dukungan anggaran tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan tradisi religius yang telah mengakar di tengah masyarakat.
Sementara itu, Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, turut hadir bersama jajaran Forkopimda dan kepala SKPD lainnya. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menjadi simbol bahwa festival tidak hanya menjadi milik masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memperkuat nilai-nilai sosial dan keagamaan.
Dalam perhelatan tersebut, berbagai mobil hias tampil dengan ragam kreativitas dan pesan yang diusung masing-masing peserta. Sekretariat DPRD Tanah Laut, dengan tema yang menekankan persaudaraan dan keberlanjutan, menjadi bagian dari narasi besar tentang bagaimana institusi pemerintahan juga mengambil peran dalam menyampaikan nilai moral kepada masyarakat.
Adapun hasil perlombaan menetapkan Masjid Pehin Pabahanan sebagai juara pertama kategori umum, disusul Masjid Jami Mutawakkilin Karang Jawa dan Pemuda Nusa Indah Bati-Bati. Pada kategori SKPD, Dinas Pariwisata meraih posisi pertama, diikuti oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH). Sementara kategori instansi vertikal diwakili oleh Kodim 1009 Pelaihari.
Festival Gema Takbir di Tanah Laut bukan sekadar perayaan tahunan. Ia adalah cermin dari bagaimana tradisi, nilai religius, dan semangat kolektif terus dijaga dalam bingkai kebersamaan. Dan di dalamnya, Sekretariat DPRD Tanah Laut hadir, bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai bagian dari upaya merawat makna kemenangan yang lebih luas: persaudaraan yang berkelanjutan.(suarapancasila.id-foto:ist/setdprdtala)










