Sering Bikin Celaka, Pemkab Rejang Lebong Lucurkan Rp2 Miliar Muluskan Jalan Kota

REJANG LEBONG, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mendapat dukungan anggaran sekitar Rp35 miliar dari pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) untuk pembangunan infrastruktur jalan tahun 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Hendri mengatakan, terdapat dua paket pekerjaan IJD yang diperoleh daerah tahun ini, yakni ruas Air Duku–Tower dan Karang Anyar–Musi Kejalo.

Kedua paket tersebut saat ini telah tayang dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP Kementerian PUPR dan memasuki proses lelang.

Bacaan Lainnya

“Ada dua paket lainnya yang saat ini masih kita follow up. Mudah-mudahan dapat Program IJD 2027, yakni Kota Padang–Tanjung Gelang dan Air Kati–Sukakarya,” kata Hendri, Selasa (6/10/2026), saat meninjau Jalan Pembangunan Desa Teladan.

Menurut Hendri, keterbatasan anggaran daerah membuat Pemkab Rejang Lebong perlu aktif mencari dukungan pendanaan dari pemerintah provinsi maupun pusat.Sebab, kebutuhan pembangunan tidak hanya mencakup jalan, tetapi juga jembatan, irigasi, sumur bor dan berbagai infrastruktur fisik lainnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPRPKP Rejang Lebong Luhur Budi Santoso mengatakan, pembangunan dua paket IJD tersebut diharapkan mulai terlaksana pada Oktober 2026.

“Dari empat yang kita usulkan untuk IJD, dua di antaranya telah memasuki fase lelang. Sedangkan dua lainnya masih menunggu persetujuan dan saat ini dalam tahap review teknis oleh balai,” jelas Luhur.

Ia menambahkan, keterbatasan fiskal daerah menjadi salah satu alasan pentingnya dukungan APBN melalui program IJD. Intervensi anggaran pusat diharapkan dapat mempercepat penanganan ruas jalan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.

“Dengan fiskal yang terbatas, Pak Bupati berharap melalui APBN dan IJD ini dapat menuntaskan pembangunan jalan di Rejang Lebong,” tegasnya.Pemkab Rejang Lebong menilai pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan peningkatan fisik jalan, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat.

Peningkatan konektivitas antarwilayah diharapkan memperlancar mobilitas, mendukung aktivitas ekonomi, serta membuka akses masyarakat menuju pusat pelayanan publik.

 

suarapancasilaid'

Pos terkait