BREBES, SUARA PANCASILA.ID – Strategi Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengelola anggaran, dan mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Brebes.
Hal itu mengemuka saat Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (20/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Presentasi Kantor Wali Kota Batam tersebut dimanfaatkan sebagai forum berbagi pengalaman mengenai pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pengembangan potensi ekonomi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Amsakar menyambut positif kunjungan tersebut. Menurutnya, komunikasi dan pertukaran pengetahuan antarpemerintah daerah dapat menjadi langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan sekaligus mencari pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.
“Kami menyambut baik kehadiran Ibu Bupati Brebes beserta rombongan di Kota Batam. Kunjungan ini merupakan momentum yang sangat baik untuk saling belajar, melengkapi, dan memperkuat tata kelola pemerintahan di daerah masing-masing,” ujar Amsakar.
Dalam pemaparannya, Amsakar menjelaskan perjalanan pembangunan Batam yang dimulai sejak era 1970-an. Wilayah ini awalnya dikembangkan sebagai basis logistik Pertamina, kemudian tumbuh menjadi kawasan industri dan berkembang hingga berstatus sebagai kota otonom dengan posisi penting dalam perekonomian nasional.Menurut Amsakar, letak geografis Batam yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia menjadi salah satu keunggulan dalam menarik investasi, mengembangkan perdagangan, serta meningkatkan aktivitas ekonomi lintas negara.
Status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas atau Free Trade Zone juga memberikan dukungan bagi aktivitas usaha dan investasi. Keunggulan tersebut terus dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing daerah dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.
Ia menjelaskan, arah pembangunan Batam bertumpu pada sejumlah sektor strategis, mulai dari industri, perdagangan, pariwisata, kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), alih kapal, hingga logistik.
Batam saat ini didukung 31 kawasan industri. Selain menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi, keberadaan kawasan tersebut turut membuka peluang pengembangan usaha pendukung, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan penerimaan daerah.
Meski demikian, Amsakar mengakui pertumbuhan Batam juga menghadirkan tantangan tersendiri. Peningkatan jumlah penduduk dan kegiatan ekonomi perlu diimbangi dengan ketersediaan lahan, pasokan air bersih, listrik, infrastruktur telekomunikasi, serta fasilitas umum yang memadai.
Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk mengelola anggaran secara cermat, menentukan prioritas pembangunan, dan mengoptimalkan sumber pendapatan agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan.
Dalam konteks peningkatan PAD, Amsakar turut memaparkan kontribusi sejumlah sektor perpajakan daerah, di antaranya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta pajak hotel dan restoran.Optimalisasi penerimaan dari sektor tersebut katanya, menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat kemampuan fiskal daerah.
“Dengan pengelolaan pendapatan yang baik, pemerintah memiliki ruang lebih besar untuk membiayai program pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Namun, peningkatan pendapatan daerah juga perlu berjalan seiring dengan kebijakan yang memperhatikan kemampuan ekonomi masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Batam menjalankan 15 program prioritas yang mencakup berbagai kebutuhan dasar warga.
Program tersebut antara lain peningkatan layanan air bersih, penanganan banjir melalui pembangunan drainase, pengobatan gratis berbasis KTP, pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bantuan seragam sekolah, serta perluasan akses beasiswa pendidikan.
“Berbagai program tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas. Di sektor UMKM juga perlu kita perhatikan karena, pelaku usaha lokal memiliki peran dalam menggerakkan perekonomian dan membuka lapangan kerja.
Sementara itu, Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Pemko Batam untuk berbagi pengalaman mengenai strategi pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah.
Ia menilai perkembangan Batam memberikan sejumlah pelajaran yang dapat dipelajari, terutama dalam menggerakkan perekonomian, mengembangkan sektor pariwisata, dan memperkuat peran UMKM di tengah keberagaman masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang sangat luar biasa dari Bapak Wali Kota dan seluruh jajaran. Kami melihat kemajuan Batam luar biasa, terutama dalam menggerakkan ekonomi dan UMKM di tengah keberagaman penduduk. Kami hadir untuk mempelajari strategi Pak Wali dalam mengoptimalkan PAD dan mengelola fiskal daerah, terlebih dalam menyusun persiapan APBD 2027,” ungkap Paramitha.
Kunjungan tersebut dinilai relevan bagi Pemkab Brebes yang tengah mempersiapkan perencanaan APBD 2027. Pengalaman Batam dalam menggali potensi pendapatan, menentukan program prioritas, dan menjaga keseimbangan antara pembangunan dengan kebutuhan masyarakat menjadi bahan pembelajaran bagi rombongan.
Selain pengelolaan fiskal, Paramitha juga menyoroti potensi pariwisata Batam yang mampu menarik wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura dan Malaysia.
Ia melihat peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran produk unggulan Kabupaten Brebes. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah membuka stan promosi produk daerah di Batam agar produk lokal Brebes semakin dikenal oleh masyarakat maupun wisatawan.











