SAWAHLUNTO (SUMBAR) SUARA PANCASILA.ID –Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan lem dan zat adiktif lainnya, Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menjadi narasumber dalam kegiatan yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) bertema pencegahan penyalahgunaan zat adiktif berupa lem pada 27/08/2025 bertempat di Silo Meeting Room, Parai Hotel Sawahlunto
Acara tersebut juga dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Sawahlunto, sejumlah kepala OPD, serta pemangku kepentingan lain yang memiliki perhatian terhadap isu penyalahgunaan zat berbahaya di kalangan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan lem dan zat adiktif lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Riyanda menyampaikan bahwa penyalahgunaan lem merupakan ancaman serius bagi kesehatan dan masa depan generasi muda. “Fenomena penyalahgunaan lem ini seringkali dipandang sepele, padahal dampaknya sangat merusak baik secara fisik, psikis, maupun sosial. Karena itu, kita semua harus berkolaborasi mencegah dan memberikan edukasi sejak dini,” kata Wali Kota Riyanda.
Wali Kota Riyanda juga menekankan pentingnya langkah kolaboratif lintas sektor untuk mencegah penyalahgunaan zat adiktif ini. “Pemerintah Kota Sawahlunto memperkuat sinergi dengan BNN, aparat penegak hukum, sekolah, dan masyarakat melalui langkah preventif, edukatif, serta rehabilitatif,” tambah Riyanda.
Dan diharapkan masyarakat Sawahlunto dapat lebih sadar akan bahaya penyalahgunaan lem dan zat adiktif lainnya, serta dapat bekerja sama untuk mencegah dan mengatasi masalah ini. Melalui forum ini, Wali Kota berharap lahir strategi bersama yang lebih efektif menekan penyalahgunaan lem dan zat adiktif lain, sehingga Sawahlunto semakin kokoh sebagai kota warisan dunia yang sehat, aman, dan berdaya saing serta bebas narkoba.