Abah Sanusi Terjun Langsung, Pemkab Malang Siapkan 30 Ribu Porsi Makanan Gratis di Dapur Umum Harlah 1 Abad NU

KABUPATEN MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Dukungan terhadap kesuksesan Mujahadah Kubro dan Puncak Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana terus mengalir deras. Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., memastikan Pemerintah Kabupaten Malang memberikan dukungan penuh melalui penyediaan logistik skala besar bagi para jamaah.

​Pada Sabtu (7/2) siang, Bupati yang akrab disapa Abah Sanusi tersebut melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dapur Umum Harlah 1 Abad NU yang dipusatkan di halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang. Dengan kapasitas mencapai 30.000 porsi, dapur umum ini disiapkan untuk melayani jamaah dari berbagai daerah.

​Tak hanya soal perut, Abah Sanusi yang juga menjabat sebagai Pengarah Kegiatan Mujahadah Kubro ini menegaskan bahwa fasilitas milik pemerintah daerah kini terbuka lebar untuk para tamu Allah.

​”Kami mempersilahkan panitia untuk memaksimalkan Pendopo Agung Kabupaten Malang sebagai pusat pelayanan. Mulai dari drop zone, toilet, masjid/mushola, hingga tempat transit bagi jamaah yang kelelahan,” tegas Abah Sanusi di sela-sela pengecekan.

Bacaan Lainnya

​Dalam tinjauan tersebut, Bupati Sanusi yang didampingi sejumlah Kepala OPD menyempatkan diri mencicipi langsung menu yang akan dibagikan, seperti Capjay dan telur dadar. Beliau memastikan standar rasa dan kebersihan makanan tetap terjaga meski diproduksi dalam jumlah massal.

​“Dapur umum ini memproduksi logistik dalam bentuk nasi bungkus. Bahannya ada yang berasal dari sumbangan kecamatan dan partisipasi masyarakat. Kapasitas 30 ribu porsi ini untuk dua hari ke depan. Siapa pun jamaah, baik dari Kabupaten Malang maupun luar daerah, silakan datang,” tambahnya.

​Untuk mempercepat distribusi dan menghindari penumpukan massa di Pendopo, Pemkab Malang menerapkan sistem jemput bola.

​Pusat produksi ditempatkan di Pendopo Agung Kabupaten Malang. Posko distribusi, SMP Negeri 6 Kota Malang (titik terdekat dengan Stadion Gajayana). Khusus tim pengantar, dua unit mobil khusus dengan pengawalan dari Banser NU Kabupaten Malang.

​Sedangkan tenaga lapangan terdiri dari 100 petugas masak dari BPBD, Tagana, dan PMI, serta 100 relawan Fatayat dan Muslimat NU yang bertugas membungkus makanan.

​Kepala BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, menyatakan bahwa proses produksi dilakukan secara maraton.

“Logistik disiapkan segera setelah Maghrib, langsung dibungkus, dan segera didistribusikan agar makanan tetap dalam kondisi segar saat diterima jamaah,” jelasnya.

​Sebagai salah satu tuan rumah, Pemkab Malang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi menjaga marwah organisasi dan kenyamanan para nahdliyin yang datang dari berbagai penjuru Jawa Timur.

Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W

Pos terkait