KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Momentum bulan suci Ramadan 1447 H menjadi panggung penguatan diplomasi politik antara DPD Partai Golkar Kota Malang dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Pada Rabu (4/3/2026), jajaran elit Golkar Kota Malang yang dipimpin langsung oleh sang nakhoda baru, Djoko Prihatin, melaksanakan audiensi formal dengan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, di Ruang Rapat Tumapel, Balai Kota Malang.
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni musiman, melainkan sebuah perwujudan dari konsep collaborative governance, di mana partai politik bertindak sebagai katalisator pembangunan daerah.
Djoko Prihatin, yang juga menjabat sebagai Ketua Kadin Kota Malang serta Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang, menegaskan bahwa stabilitas politik dan kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui komunikasi yang konstruktif dan sinkronisasi kebijakan.
“Kami hadir untuk membangun diskursus yang substantif dengan Pemerintah Kota Malang. Orientasi politik kami tidak berdiri di menara gading; ia harus linear dengan arah pembangunan daerah agar tercipta dampak eksponensial bagi kemaslahatan publik,” ujar Djoko dengan nada yang visioner.
Sebagai sosok yang memiliki latar belakang organisatoris yang kuat, Djoko memproyeksikan Partai Golkar sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal isu-isu krusial, mulai dari akselerasi infrastruktur hingga penguatan jaring pengaman sosial.
Dalam forum tersebut, Djoko memaparkan dua instrumen strategis yang menjadi representasi keberpihakan partai terhadap pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM):
1. Rumah Karya (Empowerment Hub) merupakan sebuah inkubator bagi pelaku UMKM, generasi Z, dan komunitas kreatif. Program ini dirancang untuk memacu mobilitas vertikal ekonomi masyarakat melalui pelatihan intensif dan perluasan jejaring usaha.
2. Rumah Sehat (Preventive Healthcare) yakni fokus pada paradigma kesehatan preventif. Melalui edukasi dan akses pemeriksaan dasar gratis, program ini bertujuan menciptakan masyarakat yang tangguh secara fisik sebagai fondasi produktivitas daerah.
“Pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) tidak hanya diukur dari fisik bangunan, tetapi dari kualitas modal manusia (human capital). Rumah Karya dan Rumah Sehat adalah kontribusi nyata kami untuk memastikan warga Kota Malang tidak hanya bertahan, tapi berdaya saing global,” tambah Djoko.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, merespons positif langkah progresif DPD Golkar di bawah kepemimpinan Djoko Prihatin. Menurutnya, inklusivitas partai politik dalam memberikan solusi konkret adalah elemen vital dalam demokrasi modern.
“Kami mengapresiasi visi besar Bapak Djoko Prihatin. Sinergi antara pemerintah dan partai politik sebagai representasi aspirasi rakyat adalah kunci dalam mengeksekusi program strategis daerah. Kami optimis, kolaborasi ini akan membawa kemanfaatan yang lebih luas,” ungkap Wawali Ali.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan kesepahaman bersama untuk menjaga ritme komunikasi politik yang sehat demi mewujudkan Kota Malang yang lebih inklusif dan sejahtera secara berkelanjutan.
Langkah Djoko Prihatin mencerminkan gaya kepemimpinan teknokratis yang memadukan kekuatan politik dengan pendekatan manajerial profesional, sebuah standar baru dalam kancah perpolitikan lokal yang berorientasi global.
Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W










