Akses Medis Luar Negeri Kian Mudah, DPD PITI Malang Raya Teken MOU Strategis dengan Mahkota & Regency Hospital Malaysia.

KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (DPD PITI) Malang Raya secara resmi memperkuat jejaring layanan kesehatan internasional bagi anggotanya. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara DPD PITI Malang Raya dengan dua rumah sakit terkemuka asal Malaysia, Mahkota Medical Centre dan Regency Specialist Hospital.

​Prosesi penandatanganan kerja sama strategis ini dilangsungkan dalam acara jamuan makan malam di Meeting Room Lt. 1, Hotel Santika, Malang, pada Senin malam, (5/02/2026). Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus PITI Malang Raya serta perwakilan resmi dari kedua rumah sakit tersebut.

​Perwakilan Mahkota dan Regency Specialist Hospital, Irfan Hakimi, menegaskan bahwa kolaborasi ini mengedepankan kemudahan bagi anggota PITI. Kerja sama ini murni bersifat pelayanan tanpa adanya target atau paksaan bagi anggota untuk berangkat.

​”Mengenai MOU ini, khusus buat PITI Malang, kami tidak memberikan beban dari segi administrasi ataupun target. Kami memberikan pelayanan eksklusif dalam bentuk diskon dan pemotongan harga bagi anggota yang ingin berobat,” ujar Irfan.

Bacaan Lainnya

​Selain fasilitas medis, Irfan menambahkan bahwa pihak rumah sakit juga berkomitmen mendukung aktivitas sosial PITI di Malang. Dukungan tersebut mencakup program Corporate Social Responsibility (CSR), pembagian sembako, hingga mendatangkan pakar medis untuk kegiatan “Bincang Sehat” saat momen-momen spesial seperti ulang tahun organisasi.

​Ketua DPD PITI Malang Raya, Leo A. Permana, S.H., M.Hum., menyoroti pentingnya kerja sama ini di tengah perubahan kebijakan fiskal di Malaysia. Menurutnya, kerja sama ini menjadi jembatan bagi anggota PITI untuk tetap mendapatkan akses kesehatan terjangkau meski ada kenaikan biaya pajak bagi warga asing.

​”Pemberlakuan Sales and Services Tax (SST) pada 1 Juli 2025 sebesar 6% untuk pengobatan di Malaysia bagi warga negara luar menjadikan diskon dalam kerja sama ini sangat membantu meringankan biaya anggota jika ingin berobat,” jelas Leo.

​Leo juga menekankan bahwa kemitraan ini bukan hanya untuk pengobatan saat sakit, tetapi juga sebagai langkah penanggulangan melalui pemeriksaan rutin.

“Alangkah indahnya jika kita memiliki mitra yang bisa membantu saat kita sakit maupun saat kondisi sehat untuk check-up sebagai langkah preventif,” tambahnya.

​Untuk memudahkan koordinasi, masyarakat kini dapat mengakses informasi langsung di kantor perwakilan resmi yang telah ada di Jawa Timur.

Firda Rusdiana, perwakilan kantor resmi Mahkota & Regency, menjelaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk memberikan pilihan medis bagi masyarakat Malang yang sudah sangat memahami opsi berobat ke luar negeri.

​”Fungsi kami adalah memberikan pilihan. Kami memiliki kantor perwakilan di Surabaya (Jalan Barata Jaya) dan di Malang (Jalan Terusan Dieng) yang baru diresmikan Oktober tahun lalu. Di sana, pasien bisa berkonsultasi secara gratis mengenai akomodasi, janji temu dokter (appointment), hingga berbagai pertanyaan lainnya agar keberangkatan mereka tidak mengalami kesulitan,” papar Firda.

​Meskipun memfasilitasi pengobatan ke Malaysia, pihak rumah sakit menegaskan tetap menghargai institusi medis di dalam negeri.

“Sinergi ini diharapkan menjadi opsi bagi masyarakat Indonesia yang membutuhkan pelayanan kesehatan spesifik atau pendapat kedua (second opinion),” tegasnya.

​Kemudian keberadaan, Mahkota dan Regency diharapkan menjadi destinasi bagi pasien dari Indonesia tanpa meniadakan rumah sakit yang ada di Indonesia. Pada intinya semua sama-sama bekerja sama demi kesehatan.

Pewarta : Doni Kurniawan.

Pos terkait