PELAIHARI(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Sebuah angka yang mencemaskan mengemuka di tengah forum resmi organisasi olahraga masyarakat. Sekitar 70 persen anak-anak di Tanah Laut saat ini disebut lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. Fakta itu terungkap dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) KORMI Tanah Laut 2026 yang digelar di Gedung Pramuka Pelaihari, Kamis (12/2/2026).
Angka tersebut bukan sekadar statistik. Ia menjadi alarm bagi masa depan generasi muda di Tanah Laut. Gaya hidup pasif, minim aktivitas fisik, serta kecenderungan anak-anak menghabiskan waktu di ruang tertutup dinilai sebagai tantangan serius dalam pembangunan karakter sekaligus kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Tanah Laut, Rudi Imtihansyah, menegaskan bahwa situasi ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam forum yang mempertemukan lebih dari 50 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) itu, ia mengingatkan agar Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Tanah Laut tidak sekadar hadir dalam momentum seremonial.
Mengutip dari laman Lentera Kalimantan, “KORMI tidak boleh hanya muncul saat pekan olahraga saja. Harus ada kegiatan nyata sepanjang tahun,” tegas Rudi saat mewakili Bupati Tanah Laut.
Dorongan tersebut menegaskan pentingnya keberlanjutan program. Dengan ragam cabang olahraga rekreasi, mulai dari olahraga tradisional hingga olahraga tantangan, KORMI diharapkan mampu menghadirkan aktivitas yang menarik minat generasi muda untuk keluar dari kebiasaan pasif.
Ia juga menilai, tanpa respons yang konkret dan terstruktur, kebiasaan anak-anak yang minim aktivitas fisik berpotensi berdampak luas, bukan hanya pada kesehatan, tetapi juga pada nilai sosial masyarakat yang terbentuk melalui interaksi dan kegiatan bersama.
Di sisi kebijakan, Tanah Laut sejatinya memiliki fondasi kuat. Daerah ini menjadi satu-satunya kabupaten di Kalimantan Selatan yang telah memiliki Desain Olahraga Daerah (DOD). Melalui dokumen tersebut, ditargetkan 70 persen masyarakat aktif berolahraga pada 2045. Sebuah visi jangka panjang yang menuntut konsistensi gerakan sejak sekarang.
Muskab KORMI 2026 juga menjadi momentum evaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus pemilihan ketua baru untuk periode empat tahun mendatang. Kepemimpinan yang lahir dari forum ini diharapkan mampu menjawab tantangan zaman—mengembalikan ruang-ruang publik sebagai arena tumbuhnya generasi yang sehat dan berdaya.
“Tujuan KORMI adalah mewujudkan masyarakat yang sehat dengan berbagai pilihan olahraga. Ini tugas kita bersama,” pungkasnya.(suarapancasila.id-foto:ist/lenterakalimantan)










