Aliansi Media dan LSM Kecam Sikap Anarkis Aparat Terhadap wartawan dan Pendemo

Foto : Aliansi Media dan LSM Pada Saat Unjuk rasa di Polda

MEDAN (SUMUT) SUARAPANCASILA.ID – Aliansi Media dan LSM melalui Salah Satu Ketua umum mengeluarkan pernyataan sikap terkait brutalitas aparat dalam pengamanan demonstrasi yang terjadi pada 25 hingga 28 Agustus 2025.

Peristiwa tragis penganiayaan yang menimpa wartawan, pengemudi ojek online dan mahasiswa hingga anak STM yang melakukan aksi di beberapa daerah yang ada di Indonesia dan salah satunya meninggal dunia akibat dilindas kendaraan rantis Brimob merupakan bentuk nyata kesewenang-wenangan aparat dalam melakukan pengamanan aksi.

Bacaan Lainnya

Aliansi Media dan LSM menilai bahwa tindakan aparat tersebut bertentangan dengan UN Human Rights Guidance on Less-Lethal Weapons in Law Enforcement 2020 dan mencederai nilai demokrasi serta melanggar Hak Asasi Manusia.

Organisasi tersebut mendorong penyelidikan yang transparan dalam kasus tersebut dan meminta agar Divisi Propam Polri melakukan investigasi dan memberi sanksi hukum yang tegas bagi para pelaku.

Aliansi Media dan LSM menyatakan sikap dengan tegas, antara lain:

– Meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap Birokrasi Aparat Keamanan

– Mengecam segala bentuk represifitas yang dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum kepada warga sipil

– Mendesak kepada seluruh pihak Aparat Penegak Hukum untuk menjamin keamanan dan kebebasan warga sipil dalam bersuara dan berekspresi

– Mendorong Kepolisian Republik Indonesia untuk bertanggung jawab kepada korban dan keluarga korban, baik secara moril maupun materiil

“Peristiwa tragis ini memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak, termasuk Aliansi Media dan LSM. Kami mendorong agar investigasi dilakukan secara transparan dan independen untuk memastikan pertanggungjawaban hukum yang adil,” Ungkap R. Anggi Syaputra , Ketua Umum LSM Formappel’RI dalam siaran persnya, Sabtu 30 Agustus 2025.

R. Anggi juga menyerukan agar aparat negara mengedepankan profesionalitas, proporsionalitas, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam setiap pengamanan aksi. R. Anggi juga berharap tragedi ini menjadi pelajaran penting agar penggunaan kekuatan aparat tetap berada dalam koridor hukum dan kemanusiaan, sehingga tidak lagi menimbulkan korban dari warga sipil.

Aliansi Media dan LSM berkomitmen dalam mengawal kasus ini agar hal serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari. Organisasi tersebut berharap agar pemerintah dan aparat keamanan dapat menjalankan tugasnya dengan profesional dan menghormati hak asasi manusia.” Ungkap R. Anggi.

Pos terkait

Settia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *