KOTA BATU (JATIM), SUARAPANCASILA,ID-Saat menonton karnaval di Desa Punten, penonton anak dibawah umur diduga dianiaya oknum peserta Karnaval.
Insiden dugaan penganiayaan itu terjadi, ketika korban yang masih dibawah umur ini tidak sengaja menyenggol salah seorang oknum dari peserta karnaval.
Tak terima disenggol, oknum peserta ini langsung menyeret korban dan dianiaya di sebelah warung gorengan dekat sebuah bengkel.
Berkaitan dengan dugaan penganiayaan itu, ibu korban, Eno Srikutiya, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menuturkan dengan terbata-bata ihwal kronologis yang dialami anaknya tersebut.
“Awalnya anak saya meminta uang Rp 20 ribu untuk membeli jajan, berhubung hujan gerimis anak saya setengah berlari dan tidak sengaja menyenggol salah seorang peserta karnaval, karena tidak terima anak saya diseret kemudian dianiaya. Padahal, anak saya sudah meminta maaf dengan baik-baik,” ujarnya dengan sedih, kepada awak media, pada Kamis (28/8/2025).
Menurutnya, meskipun telah meminta maaf, anaknya tersebut tetap saja diseret dan dipukul berkali kali.
“Padahal teman-teman anak saya juga sudah bilang, jangan pak, jangan pak, jangan dipukul teman saya karena tidak sengaja menyenggol, tapi oknum peserta karvanal kembali lagi dan menyeret anak saya,” ungkapnya.
Hingga pada akhirnya, korban berhasil diselamatkan oleh beberapa penonton lainnya dengan mengamankan.
“Untungnya, anak saya berhasil diselamatkan oleh bapak-bapak yang berada di sekitar lokasi. Insiden ini sangat disayangkan karena karnaval yang seharusnya menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya lokal, malah berakhir dengan kekerasan,” paparnya.
Masih berkaitan dengan dugaan penganiayaan yang dimaksud, Eno Srikutiya bermaksud membawa anaknya ke rumah sakit terdekat, yang kemudian bakal melaporkan ke Polsek.
“Anak saya setelah dipukul mimisan, dan matanya bengkak, hari ini saya bawa ke rumah sakit dulu dan setelah itu nanti ke Polsek,” pungkasnya.
Dirinya berharap, semoga insiden ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan.
Pewarta: Doni Kurniawan
Editor : Denny W