Arya Kris Modelling Angkat UMKM Lokal, Bupati Paramitha: Batik Brebesan Simbol Identitas

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Kemeriahan peringatan Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-348 benar-benar menghadirkan suasana berbeda. Panggung utama yang biasanya digunakan untuk acara resmi, malam itu disulap menjadi arena peragaan busana Fashion Culture dalam rangkaian Festival Telur Asin. Lampu sorot berkilauan, musik pengiring bergema, dan ribuan pasang mata tertuju pada catwalk yang menampilkan wajah-wajah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Brebes bersama pasangan masing-masing.

Sejak pagi, suasana Alun-alun Brebes sudah dipenuhi warga. Pameran UMKM/IKM dan Ekraf menampilkan produk unggulan lokal, mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas. Antusiasme semakin tinggi saat digelar lomba makan telur asin dan kreasi olahan telur asin, yang menjadi ikon kuliner Brebes. Gelak tawa, sorak penonton, dan semangat peserta menjadikan lomba ini hiburan sekaligus promosi kekayaan kuliner daerah.

Menjelang malam, panggung hiburan menghadirkan Brebes Night Creative dan Gen Z Music, yang menampilkan bakat-bakat muda penuh energi. Suasana semakin semarak ketika panggung utama beralih menjadi arena Fashion Culture, menampilkan kreativitas wastra lokal dengan sentuhan modern.

Bacaan Lainnya

Sekda Brebes Tahroni, Kepala Dindikpora Sutaryono, Kepala Dinkominfo Warsito Eko Putro hingga pimpinan OPD lainnya tampil bergantian di atas panggung. Mereka yang sehari-hari dikenal dengan gaya formal birokrasi, malam itu berubah menjadi bak model profesional. Dengan langkah percaya diri, senyum hangat, dan pose elegan, para pejabat ini memamerkan busana rancangan desainer lokal.

Busana yang dikenakan bukan sembarang pakaian. Batik khas Brebesan dengan motif sarat filosofi dipadukan dengan sentuhan modern, menghasilkan tampilan yang anggun sekaligus berkelas. Setiap detail motif batik seolah bercerita tentang kekayaan budaya Brebes, dari simbol kesuburan tanah, semangat kerja keras masyarakat, hingga nilai kebersamaan yang dijunjung tinggi.

Penonton yang memadati area acara tampak terpukau. Tepuk tangan meriah dan decak kagum terdengar setiap kali para kepala OPD berpose, memperlihatkan detail busana yang mereka kenakan. Banyak warga yang hadir mengaku bangga melihat para pejabat tampil luwes, jauh dari kesan kaku, sekaligus memberi teladan bahwa budaya lokal layak ditampilkan dengan penuh percaya diri.

Dalam sambutannya, Bupati Brebes menegaskan bahwa peragaan busana ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol kebanggaan bersama.

“Saya bangga melihat seluruh jajaran OPD tampil kompak dan percaya diri di atas panggung. Ini adalah bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap potensi wastra dan talenta kreatif Brebes. Penampilan mereka mencerminkan kebanggaan kita bersama atas identitas budaya daerah,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan, keterlibatan OPD dalam Fashion Culture menjadi wujud bahwa pemerintah daerah hadir bukan hanya sebagai penggerak kebijakan, tetapi juga sebagai teladan dalam mengangkat kearifan lokal.

“Hari Jadi ke-348 ini kita rayakan dengan penuh kebersamaan. Melalui panggung Fashion Culture, kita tunjukkan bahwa Brebes memiliki kekayaan budaya yang layak dikenal luas. Inilah momentum untuk memperkuat rasa bangga dan cinta terhadap daerah kita,” tegasnya.

Sorotan juga tertuju pada Arya Kris Modelling, desainer lokal yang merancang busana para kepala OPD. Arya mengungkapkan rasa bangga karena karyanya bisa tampil di panggung besar hari jadi Brebes.

“Motif batik Brebesan yang kami padukan dengan gaya modern adalah wujud inovasi sekaligus penghormatan terhadap tradisi. Kami ingin menunjukkan bahwa wastra lokal bisa tampil elegan, berkelas, dan tetap membawa identitas daerah. Dukungan pemerintah melalui peragaan ini menjadi energi besar bagi para pelaku kreatif,” jelas Arya.

Arya menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku kreatif adalah kunci untuk mengangkat UMKM lokal agar lebih dikenal luas. Baginya, momen ini bukan hanya tentang estetika busana, tetapi juga tentang membuka ruang bagi generasi muda Brebes untuk berani berkarya dan bersaing di tingkat nasional.

Festival Telur Asin dengan panggung Fashion Culture ini menjadi bukti nyata bahwa peringatan hari jadi bukan hanya seremonial. Ada pesan kebersamaan yang kuat dari pejabat, masyarakat, dan pelaku kreatif berdiri sejajar di panggung yang sama, saling mendukung, saling menguatkan.

Penonton pulang dengan rasa bangga, bukan hanya karena hiburan yang mereka saksikan, tetapi juga karena melihat identitas budaya Brebes ditampilkan dengan penuh percaya diri. Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes pun tercatat sebagai perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga menghadirkan kebersamaan dan keberkahan bagi seluruh warga.

Pos terkait