SAWAHLUNTO (SUMBAR) SUARA PANCASILA.ID-Objek Wisata Batu Runcing di Desa Silungkang Oso, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, telah menjadi magnet bagi wisatawan sejak diresmikan pada Februari 2024. Keindahan alamnya yang unik dan lokasi yang strategis membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Sumatera Barat. Namun, di balik keindahan dan popularitasnya, desa setempat masih menanti kontribusi nyata dari objek wisata tersebut.
Ketika di konfirmasi oleh awak media,Kepala Desa Silungkang Oso, Ferdinal, mengungkapkan bahwa hingga kini, keberadaan Batu Runcing belum memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan desa. “Kami telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota Sawahlunto agar pengelolaan aset wisata ini diserahkan kepada desa, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Ferdinal.
Ferdinal menjelaskan bahwa pengelolaan objek wisata Batu Runcing saat ini masih berada di bawah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Batu Runcing yang dibentuk dan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Dinas Pariwisata Kota Sawahlunto. Hal ini membuat desa tidak memiliki kontrol langsung atas pengelolaan objek wisata tersebut, sehingga tidak ada mekanisme pertanggungjawaban maupun koordinasi langsung dengan Pemerintahan Desa Silungkang Oso.
“Untuk itu, kami bermohon kepada Pemerintah Kota Sawahlunto agar segera melakukan proses perubahan surat perjanjian atau kesepakatan terlebih dahulu, sehingga desa dapat merasakan manfaat dari objek wisata ini,” tambah Ferdinal.
Ferdinal optimis bahwa dengan pengelolaan yang tepat, Batu Runcing dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi desa. “Kami siap mengelola dan mengembangkan objek wisata ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Desa Silungkang Oso memiliki potensi wisata yang besar, dan Batu Runcing adalah salah satu contohnya. Dengan pengelolaan yang baik, desa dapat meningkatkan pendapatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Kami berharap Pemerintah Kota Sawahlunto dapat mendukung upaya kami dalam mengembangkan wisata di desa ini,” tutup Ferdinal.










