Brebes Perkuat Layanan Darurat, Luncurkan 13 Pos Damkar dan 141 Relawan

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Brebes resmi meluncurkan 13 Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) sekaligus mengukuhkan 141 relawan damkar dari 13 kecamatan. Langkah ini menjadi strategi mempercepat respons darurat dan memastikan masyarakat mendapat pertolongan cepat serta tepat.

Launching dan pengukuhan dilakukan di Aula Lantai 5 Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, Kamis (5/2/2026), dipimpin Wakil Bupati Brebes Wurja . Ia menegaskan, kehadiran pos damkar baru merupakan komitmen Pemkab Brebes melalui Satpol PP dalam meningkatkan kualitas layanan darurat.

“Layanan pemadam kebakaran saat ini tidak hanya soal memadamkan api, tetapi telah berkembang menjadi garda terdepan pelayanan kemanusiaan. Karena itu, pemerintah daerah wajib memastikan sarana, prasarana, dan SDM yang memadai,” ujar Wurja.

Bacaan Lainnya

Wurja menambahkan, pembangunan pos damkar merupakan bagian dari pemerataan layanan publik. Dengan pos yang lebih dekat ke permukiman, potensi kerugian akibat kebakaran maupun kondisi darurat lain diharapkan bisa ditekan signifikan.

“Pos damkar ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Ketika warga berada dalam kondisi darurat, negara harus hadir memberikan pertolongan secepat mungkin,” tegasnya.

Selain pusat operasional, pos damkar juga diarahkan menjadi sarana edukasi masyarakat terkait pencegahan kebakaran dan penanganan awal kondisi darurat.

Kepala Satpol PP Kabupaten Brebes, Caridah, menyebut penambahan pos damkar sebagai langkah strategis memperluas jangkauan pelayanan hingga wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Ia menekankan peran vital relawan damkar dalam menjaga keselamatan masyarakat.

Sebanyak 141 relawan damkar telah mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari, 23–25 Januari 2026. Mereka akan ditempatkan di 13 pos baru untuk membantu pencegahan, penanggulangan kebakaran, hingga edukasi warga.

“Relawan damkar akan menjadi garda terdepan di masyarakat. Harapannya, mereka tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pelayanan kemanusiaan yang hadir paling dekat dengan warga,” pungkas Caridah.

Pos terkait