Brebes Sambut Pemimpin Baru, Gus Musyaffa Apresiasi Terbitnya Perbup Fasilitasi Madrasah Diniyah Takmiliyah

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Masyarakat Kabupaten Brebes menyambut pemimpin baru yakni Bupati, Paramitha Widya Kusuma dan Wakil Bupati, Wurja yang baru dilantik oleh Presiden Prabowo di Istana Negara Jakarta. Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Gus Musyaffa berharap, dengan adanya pemimpin baru ini kabupaten Brebes bisa jauh lebih baik kedepannya.

“Kita berharap Brebes menjadi kabupaten yang maju, gemilang  dan terbilang,” harap Gus Musyaffa, Selasa (25/2/2025).

Tentu saja ini bukan pekerjaan yang mudah karena begitu banyak persoalan yang ada di Brebes. Namun, dengan kerjasama dan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan lembaga legislatif dan dukungan semua pihak, maka Musyaffa yakin akan tercapai.

Bacaan Lainnya

Gus Musyaffa juga mengucapkan selamat kepada seluruh masyarakat Brebes. Karena, menurutnya, semua pihak sudah melaksanakan agenda Pilkada dengan damai dan tertib.

“Siapapun yang dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Brebes ini adalah putra terbaik. Mari kita dukung bersama sehingga bisa sama membangun Brebes lebih baik” jelasnya

Selain itu, Gus Musyaffa mengapresiasi berbagai pihak di Kabupaten Brebes atas terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 12 Tahun 2025 Fasilitasi Pengembangan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). Dengan adanya Perbup itu, keberadaan MDT kini telah diakui pemerintah daerah.

Musyaffa mengatakan, setelah perjuangan selama bertahun-tahun sejak tahun 2015 bersama Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes dan para praktisi pendidikan, akhirnya keberadaan Madrasah Diniyah mendapatkan pengakuan dan fasilitas dari pemerintah daerah.

“Walaupun secara global Perbup itu isinya masih sederhana, tapi ini titik awal pengakuan pemerintah daerah terkait pendidikan nonformal yang sudah ada sejak berpuluh tahun. Madrasah Diniyah ini memberikan sumbangsih terhadap pendidikan keagamaan untuk anak-anak di Kabupaten Brebes,” katanya.

Selaku Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua Dewan Pembina FKDT Brebes, dirinya mengapresiasi semua pihak yang telah memperjuangkan terbitnya peraturan tersebut. Menurutnya, Madrasah Diniyah sebagai lembaga pendidikan yang menunjang dalam mendidik anak agar memiliki akhlak yang baik dan memiliki ilmu keagamaan yang baik.

“Kita menyadari pendidikan formal pendidikan keagamaannya tidak mencukupi untuk era sekarang,” sambung dia.

Gus Musyaffa pun mengapresiasi perjuangan Ketua FKDT Brebes, Ahmad Sururi yang selama ini berjuang untuk lengakuan Madrasah Diniyah. Pengakuan itu di antaranya berisi terkait pembinaan, pemberdayaan, pelaksanaan rekognisi, pelaksanaan afirmasi, pembentukan tim fasilitasi pengembangan, dan pengawasan, peran serta masyarakat; dan pendanaan MDT.

“Adanya Perbup ini, ke depan dengan dilantiknya bupati yang baru ini semakin tertata. Adanya tupoksi anggaran yang sebelumnya anggaran Madrasah Diniyah murni dari masyarakat. Pemerintah wajib hadir dan melakukan pendampingan,” tandasnya.

Pos terkait

Settia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *