Bukan Kaleng-kaleng! Rp7,05 Miliar Bansos Dikucurkan Khofifah-Sanusi untuk Perkuat Ketahanan Sosial di Kabupaten Malang.

KABUPATEN MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Malang bersinergi dalam melakukan intervensi kemiskinan dan penguatan daya beli masyarakat. Pada Minggu (22/2) siang, Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Sos., didampingi Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., menyerahkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp7.050.325.000 di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

​Penyaluran bantuan ini menyasar kelompok rentan hingga pelaku ekonomi mikro, mulai dari penyandang disabilitas, lansia, hingga penerima zakat produktif. Agenda kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Pasar Murah di Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, sebagai langkah pengendalian inflasi jelang Ramadan.

​Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa bantuan kali ini menggunakan skema ganda: perlindungan sosial (karitatif) dan stimulus kemandirian (pemberdayaan).

Bacaan Lainnya

​”Bantuan karitatif difokuskan kepada kelompok rentan melalui program Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) dan PKH Plus bagi lansia. Namun, pemerintah juga mendorong sisi pemberdayaan melalui zakat produktif dan akses permodalan Prokesra dengan bunga ringan 3 persen per tahun tanpa agunan bagi pelaku usaha,” ujar Khofifah.

​Ia menekankan bahwa bantuan modal melalui Bank UMKM dengan plafon hingga Rp50 juta diharapkan menjadi stimulus bagi masyarakat yang siap mengembangkan usahanya secara mandiri.

​Menanggapi langkah strategis tersebut, Bupati Malang H. M. Sanusi menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang membutuhkan. Ia menyebut sinergi antara Pemprov dan Pemkab ini sebagai bentuk orkestrasi pembangunan yang terintegrasi.

​”Perlindungan sosial harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan. Kami memaknai program ini sebagai upaya mendorong produktivitas serta memperkuat ketahanan keluarga. Bantuan tidak boleh berhenti di sifat karitatif saja,” tegas Bupati Sanusi.

​Selain bantuan untuk warga, apresiasi juga diberikan kepada para pilar sosial seperti Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan sosial di lapangan.

​Usai penyerahan bansos, rombongan bertolak ke Taman Pelangi, Desa Dengkol, Singosari. Di sana, ratusan warga telah memadati Pasar Murah yang menjual kebutuhan pokok di bawah harga pasar.

​Gubernur Khofifah memberikan instruksi khusus agar pasar murah digelar dekat dengan permukiman penduduk, bukan di dalam pasar tradisional. Strategi ini diambil agar intervensi harga tidak mengganggu stabilitas ekosistem perdagangan di pasar utama, namun tetap memberikan manfaat langsung bagi rumah tangga.

​”Menjelang Ramadan ada dinamika kenaikan harga. Pasar murah ini adalah instrumen kita untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi daerah,” tambah Khofifah.

​Rangkuman Intervensi Sosial dan Ekonomi:
​-Total Bansos: Rp 7.050.325.000.
​- Sasaran Utama: Lansia (PKH Plus), Disabilitas (ASPD), Yatim Berdaya, dan BUMDes.
​- Stimulus Usaha: Zakat produktif dan Kredit Prokesra (Bunga 3% per tahun).
​- Aksi Cepat: Pasar murah di titik pemukiman warga untuk pengendalian harga pangan.

Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W

Pos terkait