BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerahnya. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada lagi tenaga kesehatan, baik perawat maupun dokter, yang bersikap ketus kepada pasien, termasuk bagi mereka yang berobat menggunakan BPJS Kesehatan.
“Ini perawat yang judes-judes harusnya nggak ada. Harusnya tidak ada lagi perawat atau dokter yang ketus sama pasiennya, walaupun berobatnya gratis pakai BPJS. Kalau ada, silakan DM Instagram saya! Sebut nama, foto orangnya, di video juga,” kata Paramitha di RSUD SOEKARNO, Ketanggungan, Brebes. Kamis, (29/1/2026).
Bupati menegaskan, masyarakat yang sedang sakit membutuhkan perhatian penuh, bukan sikap dingin dari tenaga medis. Ia bahkan menyatakan akan memberikan sanksi tegas bagi tenaga kesehatan yang kedapatan bersikap tidak ramah.
“Kalau ada pelayanan di rumah sakit maupun di puskesmas yang tidak bagus dan tidak baik, yang baru mbak.. Bu… Saya mau… dia mainan HP. Video, saya pastikan dia saya turunkan pangkatnya, kalau nggak suruh keluar dari RSUD atau dari puskesmas yah?” tegasnya.
Sikap Ramah Jadi Prioritas
Paramitha menambahkan, jika ada tenaga kesehatan yang tidak puas dengan gaji, lebih baik mencari pekerjaan lain.
“Kalau umpamanya lah gajine secuil (gajinya sedikit) Bupati, kalau tidak senang dengan gaji itu, pindah kerjanya. Kalau pengin mengabdi untuk masyarakat harus memberikan pelayanan yang terbaik,” ujarnya.
Menurutnya, pelayanan kesehatan bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga sikap ramah, empati, dan komunikasi yang baik.
“Karena masyarakat kita, kalau lagi sakit yang dibutuhkan adalah perhatian,” tambahnya.
Program Door to Door
Selain menekankan sikap ramah, Paramitha juga memerintahkan kepala puskesmas agar memastikan tenaga kesehatan turun langsung ke masyarakat melalui program door to door.
“Ini ada kapus-kapus, jangan lupa nakes door to door harus turun. Kalau nggak turun saya ganti tuh kepala puskesmasnya,” katanya.
Program ini disebut bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan tenaga kesehatan aktif mendatangi warga, pelayanan diharapkan lebih cepat, ramah, dan menyentuh langsung lapisan masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
Kepala BPKAD Brebes, Edy Kusmantoro, menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp3,7 miliar untuk mendukung program nakes door to door. Dana tersebut akan digunakan untuk sarana operasional maupun kelengkapan agar tenaga kesehatan bisa melayani masyarakat secara langsung.
“Untuk nakes door to door ini program yang langsung menyentuh masyarakat bisa kita support anggaran 3,7 miliar rupiah,” ujar Edy.
Anggaran ini diharapkan mampu memperkuat fasilitas, mulai dari transportasi, peralatan medis sederhana, hingga kebutuhan logistik tenaga kesehatan di lapangan. Kehadiran tenaga kesehatan yang aktif turun ke lapangan dinilai mampu mengurangi keluhan warga terkait akses layanan yang selama ini terbatas.










