REJANG LEBONG (BENGKULU), SUARAPANCASILA.ID – Senyum haru tak terbendung dari wajah Ibu Sundari (59) saat aliran listrik akhirnya menyala di pondok sederhana tempat ia berteduh di kebun Desa Cawang Baru, Kecamatan Selupu Rejang, Jumat (27/2/2026) pukul 13.30 WIB.
Momen itu terasa semakin istimewa. Bukan orang biasa yang menekan sakelar pertama di pondok kebun tersebut.
Bupati Rejang Lebong HM Fikri Thobari, SE, MAP mendampingi Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan, SE, Ketua TP PKK Provinsi Bengkulu Hj.Khairunisa, SE, MM, serta Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Dr. H. Herwantoni saat berkunjung langsung ke kediaman Ibu Sundari.
Kunjungan tersebut dalam rangka penyerahan bantuan Program Listrik Gratis bagi masyarakat kurang mampu. Ibu Sundari, seorang janda,sebelumnya terpaksa menjual rumahnya demi membiayai pengobatan sang suami yang akhirnya meninggal dunia. Sejak itu, ia tinggal dipondok kebun dengan kondisi sangat terbatas tanpa aliran listrik.
Melalui program bantuan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu yang dikoordinasikan Dinas ESDM, pondok tersebut kini resmi teraliri listrik. Sebagai simbol penyalaan perdana, Gubernur meminta Bupati Fikri untuk menekan sakelar.
“Silakan Pak Bupati, hidupkan listriknya,” ujar Gubernur.
Seketika lampu menyala. Warga yang hadir, termasuk Kepala Desa, tokoh masyarakat, dan warga sekitar, menyambut momen tersebut dengan rasa syukur dan haru.
Tak hanya bantuan listrik, dalam kesempatan itu Gubernur Bengkulu juga menegaskan bahwa Ibu Sundari akan menerima program bedah rumah dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Artinya, dalam waktu dekat pondok sederhana itu akan berubah menjadi hunian yang lebih layakdan aman.
Bupati Rejang Lebong menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap masyarakat Rejang Lebong, khususnya warga kurang mampu yang membutuhkan sentuhan langsung pemerintah.
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di pelosok dan kawasan kebun, mendapatkan akses dasar seperti listrik serta hunian layak.
Kegiatan yang berlangsung usai sholat jumat tersebut berjalan lancar, penuh kehangatan, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi Ibu Sundari dan masyarakat sekitar.










