Bupati Hadiri Rakernas Apkasi, Bahas Hilirisasi Desa dan Penguatan Ketahanan Pangan, Hingga Potensi Desa Wisata

REJANG LEBONG (BENGKULU), SUARAPANCASILA.ID – Bupati Rejang Lebong, H. Muhammad Fikri Thobari, SE, MAP,menghadiri kegiatan penyamaan persepsi dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).

Forum yang dihadiri langsung Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, tersebut membahas berbagai strategi pembangunan daerah, mulai dari penguatan ketahanan pangan, hilirisasi sektor pertanian,hingga pengembangan potensi desa wisata sebagai penggerak ekonomi lokal.

Dalam forum strategis tersebut, Apkasi memaparkan sejumlah rekomendasi kepadapemerintah pusat terkait langkah konkret memperkuat pembangunan daerah yang terintegrasi dengan desa.

Bacaan Lainnya

Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah upaya memperkuat ketahanan pangan nasional pasca swasembada dengan menempatkan pemerintah kabupaten sebagai aktor utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Selain itu, Apkasi juga mendorong percepatan hilirisasi sektor pertanian berbasis potensi daerah. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan melalui pembangunan industri pengolahan di daerah, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

Selain sektor pertanian, forum Apkasi juga menyoroti pengembangan desa wisata sebagai salahsatu strategi memperkuat ekonomi desa. Apkasi juga akan membuat ekspo dalam mempromosikan potensi yang ada di kabupaten dan di desa-desa yang di-back up olehKemendes.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, YandriSusanto, menyampaikan kesiapan kementeriannya untuk mendukung program unggulan kabupaten yang bersinergi dengan pembangunan desa.

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa dapat menjadi pusat pengembangan potensi ekonomilokal, termasuk sektor pariwisata desa.

“Jika memang ada potensi desa wisata atau potensi unggulan lainnya, segera dibuat masterplan dan administrasi yang lengkap. Nantinya akan ada tim dari kementerian yang melakukan pendampingan apabila dinilai berpotensi untuk dikembangkan,” ujar Yandri.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, juga menekankan pentingnya kepastian regulasi serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong percepatan pembangunan di tingkat kabupaten.

Bupati Rejang Lebong, sekaligus Korwil Apkasi Provinsi Bengkulu, H. Muhammad Fikri Thobari,menyambut baik berbagai rekomendasi yang disampaikan dalam forum tersebut. Menurutnya,sinergi antara pemerintah pusat, kabupaten, hingga desa menjadi kunci penting dalam mempercepat pembangunan daerah.

“Forum seperti ini sangat penting untuk menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dandaerah. Kami di daerah tentu sangat membutuhkan dukungan kebijakan yang berpihak pada  penguatan ekonomi lokal, terutama di sektor pertanian dan desa,” ujar Fikri.

Dalam pemaparan forum tersebut juga disoroti pentingnya reformasi tata kelola pupuk dansarana produksi pertanian. Pemerintah kabupaten dinilai perlu diperkuat perannya dalam melakukan verifikasi data petani dan lahan, pengawasan distribusi pupuk, hingga percepata digitalisasi data pertanian.

Tak hanya itu, pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pertanian juga menjadi prioritas,terutama di daerah yang terdampak bencana alam maupun wilayah dengan keterbatasan akses.Pemerintah daerah juga didorong merancang program pertanian yang adaptif dan berkeadilan wilayah, khususnya bagi daerah tertinggal, terluar, dan terpencil.

Menanggapi upaya hilirisasi pertanian tersebut, Fikri menilai langkah itu sangat strategis untukmeningkatkan nilai tambah komoditas pertanian daerah.
“Rejang Lebong memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Jika hilirisasi ini berjalan dengan baik, maka nilai tambah bagi petani akan meningkat dan perekonomian daerah jugaakan semakin kuat,” katanya.

Terkait dengan potensi Desa Wisata, Bupati Fikri menilai Kabupaten Rejang Lebong memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata berbasis desa dan alam.

“Potensi wisata di Rejang Lebong sangat besar. Jika desa-desa mampu mengelola potensi tersebut secara baik, tentu akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong siap berkolaborasi dengan berbagaipihak dalam mengembangkan potensi desa, baik di sektor pertanian, pariwisata, maupun ekonomi kreatif.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah pusat, Apkasi, maupun kementerian terkait untuk mendorong pembangunan desa yang lebih maju dan mandiri,” pungkasnya.

Forum Apkasi tersebut dihadiri sejumlah menteri serta para kepala daerah Pengurus Apkasi seIndonesia. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi sekaligus koordinasi untuk merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Rejang Lebong hadir bersama Ketua TP PKK Rejang Lebong,Intan Larasi Fikri, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)Rejang Lebong, Agus, serta staf Prokopim Setdakab Rejang Lebong. Forum ini diharapkanmampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, kabupaten, dan desa dalam mempercepat pembangunan daerah berbasis potensi lokal.

Pos terkait