Bupati Tala Optimis Daerahnya Jadi Sentra Jagung Kalsel

Bati-Bati(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digelorakan di Kabupaten Tanah Laut (Tala). Optimisme itu disampaikan langsung oleh Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto saat menghadiri kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 dalam rangka mendukung swasembada jagung nasional di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Sabtu (07/03/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah bersama pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan para petani untuk meningkatkan produksi jagung di wilayah Tanah Laut. Daerah ini dinilai memiliki potensi lahan yang luas dan produktif untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra jagung di Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Rahmat Trianto mengingatkan bahwa Tanah Laut sebenarnya pernah mencatat capaian produksi jagung yang cukup signifikan beberapa tahun lalu. Namun, situasi pandemi Covid-19 saat itu sempat memengaruhi aktivitas pertanian dan berdampak pada luas tanam serta produksi jagung di daerah tersebut.

Bacaan Lainnya

“Pada tahun 2020 Tala pernah memproduksi jagung dengan luas lahan 2759 H namun karena pada saat itu terkendala pandemi covid-19 menyusut menjadi 16000 H dengan menghasilkan produksi jagung sebanyak 123.000 Ton jagung.”

Selain faktor pandemi, ia juga menyoroti persoalan klasik yang kerap dihadapi para petani, yakni ketidakstabilan harga jual jagung di pasaran. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat sebagian petani ragu untuk menanam jagung secara berkelanjutan.

Namun demikian, Rahmat Trianto mengaku optimis situasi akan berubah, terutama dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk kepolisian daerah yang berkomitmen menjaga stabilitas harga pembelian jagung di tingkat petani.

“Namun kita patut berbangga dengan Pa Kapolda yang beritikad memberikan harga standar beli senilai Rp.4000., Sehingga kita optimis apbila 20000 saja dari 27000 tadi dapat kita laksanakan dan memiliki 10.000 H saja pertahun akan menghasilkan 200.000 ton apalagi maksilam 2759 H tadi,” kata H. Rahmat T.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut akan terus memberikan dukungan terhadap sektor pertanian, khususnya jagung, melalui berbagai program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Di sisi lain, Kapolda Kalimantan Selatan Rosyanto Yuda menyampaikan bahwa kepolisian turut mengambil peran dalam mendukung peningkatan produksi jagung di daerah. Menurutnya, pengembangan lahan serta peningkatan produktivitas per hektar menjadi fokus utama dalam upaya memperkuat ketahanan pangan.

Ia menjelaskan, secara produktivitas, satu hektar lahan jagung diperkirakan mampu menghasilkan sekitar delapan hingga sembilan ton jagung.

“Polda Kalsel mendapat target dari Polri dapat menanam sebanyak 1431 hektar lebih jagung dan Polda Kalsel sdh memiliki 2052 H luas tanah dgn 900 H yang telah ditanam” kata Yudha.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan para petani, Tanah Laut diharapkan mampu kembali meningkatkan produksi jagung secara signifikan. Jika potensi lahan dapat dimanfaatkan secara optimal, bukan tidak mungkin daerah ini akan menjadi salah satu sentra jagung utama di Kalimantan Selatan.(suarapancasila.id-foto:ist/Bp/mctala)

Pos terkait