SURABAYA (JATIM).SUARAPANCASILA.ID – Ratusan warga dan calon warga (Cawar) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Surabaya mengikuti kegiatan Tes Jago yang dilaksanakan pada Minggu (7/6/2026) di kawasan City of Tomorrow (CITO) Surabaya. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam pembinaan mental, karakter, dan pemahaman nilai-nilai ke-SH-an bagi peserta.
Acara berlangsung dengan tertib dan penuh semangat persaudaraan. Para peserta mengikuti berbagai tahapan pengujian yang bertujuan mengukur kesiapan, kedisiplinan, ketangguhan mental, serta pemahaman terhadap ajaran dan falsafah PSHT. Selain menjadi sarana evaluasi, Tes Jago juga menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antaranggota.
Ketua PSHT Cabang Surabaya, Sudamiran, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ujian kemampuan, melainkan proses pembentukan karakter warga SH Terate agar menjadi pribadi yang berbudi luhur, bertanggung jawab, dan mampu mengamalkan nilai-nilai persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, melalui Tes Jago diharapkan para peserta dapat memahami makna perjuangan, kedisiplinan, serta pentingnya menjaga nama baik organisasi. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari upaya PSHT dalam mencetak insan yang tangguh secara fisik, mental, dan spiritual.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari itu ditutup dengan pengarahan dari pengurus cabang serta doa bersama. Suasana penuh kekeluargaan dan semangat persaudaraan tampak mewarnai seluruh rangkaian acara, mencerminkan tekad bersama untuk menjaga dan mengembangkan ajaran PSHT demi kemajuan organisasi dan kemaslahatan masyarakat.
Dalam tradisi dan simbolisme yang sering digunakan di lingkungan PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate), ayam jago kerap dim aknai sebagai lambang sifat-sifat luhur yang perlu dimiliki seorang warga SH Terate. Meskipun bukan simbol resmi organisasi, ayam jago sering digunakan sebagai media pembelajaran filosofi kehidupan.
Beberapa makna yang umum dikaitkan dengan ayam jago antara lain:
Keberanian – Ayam jago dikenal berani menghadapi lawan yang lebih besar sekalipun. Hal ini melambangkan keberanian dalam membela kebenaran dan menghadapi tantangan hidup.
Kewaspadaan – Ayam jago selalu peka terhadap keadaan sekitarnya. Seorang warga PSHT diharapkan memiliki kepekaan, kehati-hatian, dan mampu menjaga diri.
Disiplin dan Tanggung Jawab – Kokok ayam jago yang teratur menjelang fajar menjadi simbol kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban.
Semangat Pantang Menyerah – Ayam jago dikenal gigih dan tidak mudah menyerah. Sikap ini mencerminkan keteguhan hati dalam menempuh perjalanan hidup dan latihan.
Kepemimpinan – Dalam kelompoknya, ayam jago sering berperan sebagai pelindung. Ini menjadi simbol jiwa kepemimpinan yang mengayomi dan bertanggung jawab.
Dalam ajaran PSHT sendiri, nilai yang lebih utama bukanlah simbol hewannya, melainkan bagaimana manusia mampu mengendalikan diri, berbudi luhur, dan menjadi pribadi yang berbudi pekerti luhur, tahu benar dan salah sesuai ajaran yang diwariskan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo.
Karena itu, ayam jago lebih tepat dipahami sebagai sarana perumpamaan untuk menanamkan karakter keberanian, kewaspadaan, dan keteguhan hati dalam kehidupan sehari-hari.











