Dari Lokasi Banjir Adisana, Bupati Brebes Minta Gubernur Jateng Turun Tangan Atasi Sungai Keruh

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Luapan Sungai Keruh kembali merendam Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Selasa (3/2/2026). Hingga Rabu (4/2/2026), jalan utama desa masih terendam banjir dengan arus deras, membuat akses warga lumpuh total.

Genangan air menutup jalur penghubung antarwilayah desa. Aparat menutup total akses jalan demi keselamatan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas. Jalan ini merupakan akses utama warga di tujuh pedukuhan menuju kantor desa dan Kecamatan Bumiayu.

Genangan air masih menutup jalan-jalan kecil Desa. Anak-anak berjalan menenteng sandal basah, orang tua sibuk mengamankan barang seadanya, sementara sebagian warga hanya bisa duduk di teras rumah menatap air yang belum surut.

Bacaan Lainnya

Di tengah kondisi tersebut, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma datang langsung. Ia menyapa warga, menyerahkan bantuan, dan berdiri di lokasi banjir sambil menghubungi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi lewat video call.

Paramitha menegaskan pemerintah kabupaten bersama pemerintah provinsi dan pihak terkait terus bergerak menangani dampak banjir.

“Kami berupaya mendampingi masyarakat terdampak. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat bergotong royong, bahu-membahu, dan memperkuat solidaritas. Dengan kebersamaan kita mampu melewati masa sulit ini,” kata Paramitha, Rabu (4/2/2026).

Dalam sambungan video call, Paramitha melaporkan kondisi banjir secara langsung kepada gubernur. Ia meminta dukungan tambahan alat berat untuk memperkuat tanggul darurat Sungai Keruh. Menurutnya, penanganan darurat harus segera dilakukan agar banjir tidak kembali merendam desa.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi merespons cepat permintaan tersebut. “Kami akan menambah alat berat, membangun tanggul permanen, dan menangani kerugian sawah warga,” tegas Luthfi.

Paramitha memastikan pemerintah menambah dua unit alat berat, sehingga total ada enam unit yang bekerja di Sungai Keruh. “Yang bisa langsung kita kerjakan, akan segera kita kerjakan. Tapi ada hal-hal yang butuh proses administrasi dan pertanggungjawaban, sehingga perlu waktu,” jelasnya.

Percakapan antara bupati dan gubernur menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan provinsi untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Paramitha menekankan bahwa pemerintah tidak hanya memberikan bantuan darurat, tetapi juga berusaha mencari solusi jangka panjang.

Luthfi menegaskan pembangunan tanggul permanen Sungai Keruh menjadi prioritas agar banjir tidak terus berulang. Ia menyebut langkah ini penting untuk melindungi rumah warga, lahan pertanian, dan akses jalan yang selama ini selalu terdampak.

Pos terkait