KABUPATEN MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Di tengah arus disrupsi teknologi yang kian kencang, tantangan pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kini memasuki babak baru. Hal ini menjadi sorotan utama dalam pelantikan Pengurus Harian Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kabupaten Malang masa bakti 2026–2030 yang digelar khidmat di Pendopo Kabupaten Malang, Kamis (12/2/2026).
Acara yang menjadi momentum penguatan karakter pendidik ini menghadirkan pakar pendidikan dari Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Achmad Sultoni, S.Ag., M.Pd.I., sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, sosok yang juga menjabat sebagai Kepala UPT Pendidikan Agama UM ini menekankan bahwa integrasi teknologi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi guru PAI.
Dr. Achmad Sultoni menegaskan bahwa efektivitas pembelajaran di era Z dan Alpha sangat bergantung pada kemampuan guru dalam menyajikan nilai-nilai keislaman secara kontekstual.
”Teknologi digital harus menjadi jembatan, bukan penghalang. Tantangan kita adalah bagaimana menanamkan moderasi beragama dan nilai integritas melalui platform yang akrab dengan siswa, sehingga agama tidak dianggap sebagai pelajaran hafalan, melainkan panduan hidup yang relevan,” ujar Dr. Sultoni di hadapan ratusan pendidik.
Ia menambahkan, strategi digitalisasi ini bertujuan untuk memastikan pesan-pesan moral dan spiritual tetap sampai ke hati generasi muda tanpa kehilangan esensi orisinalitasnya.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Mubarrok, menyatakan dukungan penuh terhadap transformasi metode pembelajaran yang adaptif. Ia menilai guru PAI memiliki tanggung jawab besar sebagai benteng moral di era informasi yang tanpa filter.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Drs. H. Sahid, M.M., yang melantik langsung kepengurusan baru, berpesan agar KKG PAI menjadi motor penggerak inovasi.
”Kepengurusan di bawah kepemimpinan Bapak Bahrodin, S.Pd.I., M.Pd.I., harus mampu menjalankan amanah secara profesional. Kita butuh guru-guru yang tidak hanya kompeten secara materi, tapi juga lincah dalam berinovasi,” tegas Sahid.
Ketua terpilih, Bahrodin, menyatakan komitmennya untuk membawa KKG PAI Kabupaten Malang menjadi organisasi yang lebih inklusif dan progresif. Fokus utamanya dalam empat tahun ke depan adalah peningkatan kompetensi guru melalui berbagai pelatihan metodologi berbasis nilai-nilai keislaman moderat.
Kegiatan pelantikan ini diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol sinergi antara akademisi, pemerintah, legislatif, dan praktisi pendidikan. Dengan formasi pengurus baru, KKG PAI Kabupaten Malang optimis mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga kokoh secara akhlak dan berdaya saing global.
KKG PAI Kabupaten Malang sendiri merupakan wadah profesional bagi Guru Pendidikan Agama Islam di tingkat sekolah dasar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesejahteraan anggota demi kemajuan pendidikan nasional.
Pewarta : Doni Kurniawan .
Editor. : Denny W










