BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Tanah longsor menerjang wilayah Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu (8/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Longsor dari tebing setinggi sekitar 30 meter itu tidak hanya memutus badan jalan kabupaten ruas Desa Cilibur–Desa Langkap, tetapi juga merusak fasilitas milik SMP Muhammadiyah 03 Paguyangan.
Bangunan kamar mandi atau MCK sekolah dilaporkan ambruk setelah terseret material longsor. Selain itu, sejumlah bagian bangunan sekolah lainnya juga berada dalam kondisi terancam karena lokasi sekolah berada di dekat tebing.
Salah seorang guru SMP Muhammadiyah 03 Paguyangan, Khaerul Huda, mengatakan longsoran susulan terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Longsoran tersebut merobohkan talud penahan tebing dan menyeret bangunan MCK berukuran sekitar 3 x 6 meter hingga rusak terbawa material tanah.
“Talud penahan tebing runtuh dan bangunan kamar mandi ikut terbawa longsor,” kata Khaerul.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun pihak sekolah segera mengambil langkah antisipasi setelah muncul retakan di halaman sekolah.
Sebagai upaya menghindari risiko, kegiatan belajar mengajar (KBM) sementara dipindahkan ke Madrasah Diniyah yang berada tidak jauh dari lokasi sekolah.
“Setelah muncul retakan di halaman sekolah, siswa langsung dipindahkan ke Madin untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan,” ujar dia.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes Sutaryono melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Aditya Perdana mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian.
Menurut dia, kondisi tanah di sekitar lokasi longsor masih tergolong rawan karena retakan tanah masih terlihat di beberapa titik di area tebing dekat bangunan sekolah.
“Demi keselamatan siswa, proses KBM sementara dipindahkan ke Madrasah Diniyah yang dinilai lebih aman,” kata Aditya, Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan, Dindikpora Brebes telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Menurut Aditya, bangunan toilet yang rusak tidak dapat dibangun kembali di lokasi yang sama karena berada terlalu dekat dengan tebing yang rawan longsor.
“Yang jelas toilet tidak bisa dibangun di tempat yang sama. Kami juga sedang berkoordinasi dengan BPBD untuk menentukan apakah sekolah masih bisa ditempati atau perlu direlokasi ke tempat yang lebih aman,” ujar dia.
Apabila lokasi sekolah dinilai tidak lagi layak, Dindikpora Brebes akan berkoordinasi dengan pihak yayasan pengelola sekolah terkait kemungkinan pemindahan kegiatan belajar mengajar ke lokasi lain yang lebih aman.
“Apalagi saat ini masih musim hujan. Kondisinya rawan jika siswa tetap belajar di lokasi yang berpotensi longsor,” pungkasnya.










