Ditinggal Kedua Orang Tua Sejak Balita, Ketegaran Nisa dan Kedua Adiknya Menggetarkan Pekan Islami PT ACA Ke-XIX.

Nisa dan kedua adiknya di apit Komut PT ACA Iwan Kurniawan (Kiri) dan Camat Wonosari A.K. Wisnu Aji, S.IP., M.Si (Kanan). (Foto : Kim)

KABUPATEN MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Hari ketujuh pelaksanaan Pekan Islami PT Anugerah Citra Abadi (ACA) di Kabupaten Malang menyisakan cerita mendalam yang menyentuh hati. Di balik riuh rendah acara santunan yang menyasar empat kecamatan, Minggu (8/3/2026), sosok Nisa, seorang siswi kelas 3 Sekolah Dasar, mencuri perhatian lewat ketegaran dan baktinya.

​Nisa, yang didampingi kedua adiknya, Husain dan Hanifa, hadir di tengah-tengah ratusan penerima manfaat di wilayah Wonosari 238 anak yatim.

Menariknya, Nisa tidak hanya datang sebagai penerima santunan, namun ia dipercaya menjadi pembaca doa dalam sesi kegiatan.

​Saat ditemui di sela acara, Nisa menunjukkan kedewasaan yang melampaui usianya. Ketika ditanya mengenai rencana penggunaan uang santunan yang diberikan langsung oleh Komisaris Utama PT ACA, Iwan Kurniawan, jawaban Nisa singkat namun penuh makna.

Bacaan Lainnya

​”Mau buat nabung,” tuturnya polos.

​Nisa merupakan bagian dari enam bersaudara. Tiga kakaknya telah beranjak dewasa, sementara ia dan dua adiknya kini menggantungkan kasih sayang kepada sang bibi (Bude), Dwi Astuti Setyowati, di Dusun Bumirejo, Desa Kebobang, Wonosari.

Nisa saat membawakan doa di Pekan Islami PT.ACA Ke-XIX di Kecamatan Wonosari. (Foto : Kim)


​Dwi Astuti Setyowati membagikan kisah pilu sekaligus inspiratif tentang perjuangannya merawat ketiga keponakannya tersebut. Ia menceritakan bahwa ibu dari anak-anak tersebut adalah adik kandungnya yang sebelumnya menetap di Surabaya.

​Ujian berat menimpa keluarga ini saat sang ayah meninggal dunia akibat penyakit lambung. Tak lama berselang, sang ibu yang tengah berjuang melawan kanker payudara di RS dr. Soetomo juga mengembuskan napas terakhir, meninggalkan anak-anak yang saat itu masih balita.

​”Saat ditinggal, si bungsu masih berusia sekitar 2,5 tahun. Kini mereka sudah tumbuh besar dan menunjukkan prestasi luar biasa. Meski awalnya belum bisa membaca dan menulis, sekarang mereka sudah berprestasi di sekolah dan tempat mengaji (TPQ),” ungkap Dwi penuh haru.

Dwi Astuti Setyowati menceritakan awal mula kisah merawat Nisa. (Foto : Kim )

​Dwi berharap, melalui dukungan seperti yang diberikan PT ACA, anak-anak asuhnya bisa menjadi pribadi yang sukses, berbakti kepada orang tua melalui doa, serta mendapatkan ilmu yang barokah.

​Kegiatan hari ketujuh ini dihadiri langsung oleh jajaran pejabat tinggi daerah, di antaranya Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, M.M., Sekda Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar Anwar, M.Si, serta Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang H. Achmad Andi, S.H, M.Hum.

Komisaris Utama PT.ACA Iwan Kurniawan bersama anggota legislatif, OPD dan jajaran Muspika joget bareng ratusan anak yatim. (Foto : Kim )

​Hadir pula Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Malang, Umi Khorirotin Nasichah, beserta jajaran Muspika dan Kepala Desa setempat untuk memastikan distribusi santunan berjalan lancar bagi 911 anak yatim yang tersebar di empat kecamatan tersebut. Berikut rincian santunan PT ACA di tiga tempat lainnya, Kecamatan Sumberpucung 262, Kromengan 173, Ngajum 238 anak yatim.

Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W

Pos terkait