Dominasi Modern Pentathlon Kota Malang di Kejurprov Jatim 2026: Sinyal Kuat Menuju Porprov 2027.

PONOROGOO (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Kontingen Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Kota Malang sukses mengukuhkan eksistensinya sebagai kekuatan baru dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) MPI Jawa Timur 2026 yang digelar di Ponorogo, Minggu (15/02/2026).

Dengan menerjunkan 13 atlet terbaik, Kota Malang berhasil mendominasi berbagai kategori bergengsi, mulai dari Laser Run (tembak laser), Biathle, hingga Triathle.

​Keberhasilan ini menjadi catatan strategis bagi pengembangan cabang olahraga (cabor) desain olahraga nasional di level daerah, sekaligus menjadi barometer awal pemetaan kekuatan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027 mendatang.

Bacaan Lainnya

​Ketua Pengcab MPI Kota Malang, Mardi Wibowo, menyatakan bahwa capaian di Ponorogo merupakan representasi dari efektivitas pola pembinaan jangka panjang. Menurutnya, Kejurprov ini merupakan instrumen evaluasi untuk menakar kesiapan atlet di level kompetisi yang lebih tinggi.

​”Alhamdulillah, hasil Kejurprov ini adalah gambaran proyeksi untuk turnamen-turnamen ke depan, salah satunya adalah Porprov 2027. Kami melihat potensi besar pada atlet-atlet muda yang turun di berbagai kelompok umur,” ujar Mardi Wibowo.

​Kendati mencatatkan prestasi gemilang, Mardi memberikan catatan kritis terkait pengembangan cabor MPI secara makro. Sebagai disiplin olahraga yang relatif baru, tantangan utama terletak pada aspek literasi masyarakat dan keterbatasan fasilitas penunjang, khususnya instrumen Laser Gun (pistol laser) yang menjadi elemen vital dalam latihan.

​”Tantangan kami adalah edukasi cabor yang terhitung masih baru dan minimnya sarana latihan seperti contohnya tembak laser. Kami berharap adanya edukasi kepada masyarakat melalui open turnamen dan pemberitaan media, serta adanya tambahan inventaris tembak laser untuk menunjang performa atlet,” tambahnya.

​Senada dengan hal tersebut, Penasehat MPI Kota Malang, Muhammad Muhsin, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para atlet. Ia menekankan bahwa perolehan medali ini merupakan bentuk akuntabilitas publik atas dukungan yang telah diberikan oleh otoritas olahraga dan pemerintah setempat.

​”Hasil medali ini adalah bentuk tanggung jawab dari amanah kepercayaan yang diberikan oleh KONI dan Pemkot Malang. Besar harapan kami agar cabor MPI Kota Malang bisa lebih berprestasi di turnamen-turnamen berikutnya,” tegas Muhammad Muhsin.

​Dominasi atlet Kota Malang tercermin dalam distribusi medali yang merata di berbagai klasifikasi usia:

1. Akbar Kalee Fradipta, 3 Emas, Performa Unggulan.
2. Akbar Uno Fradipta, 1 Emas, 1 Perak, Kelompok Umur (KU) 11.
3. Kalyca Azkiya Leilani Ahmad, 2 Emas, 1 Perak Kelompok Umur (KU) 15.
4. Anantha Vinno Leandra 2 Emas Kelompok Umur (KU) 15.
5. Natasha Putri Ramadhani 1 Emas, 2 Perunggu Sektor Putri.
6. Chanda Ivana Rachma 1 Emas, 1 Perunggu Sektor Putri.
7. Muhammad Sheva Nugraha 1 Emas, 1 Perak Sektor Putra.
8. Andhika Daistyaji P, 1 Perak, 1 Perunggu Sektor Putra.
9. Odi Yafi Muhana, 1 Perak Sektor Putra.
10. Faiz Muhammad ,1 Perak Sektor Putra.

Melalui keberhasilan di Ponorogo ini, MPI Kota Malang membuktikan bahwa keterbatasan sarana bukan penghalang bagi lahirnya prestasi, sejauh terdapat komitmen manajerial dan dedikasi atlet yang terintegrasi dengan baik.

Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W

Pos terkait