DPC PDI Perjuangan Kota Malang Siaga Ekonomi: Instruksi Khusus DPP Terkait Program MBG dan Ancaman Inflasi Pasca-Lebaran

Foto bersama pengurus DPP, DPD Jatim, DPC dan PAC PDI Perjuangan Kota Malang. (Foto : Kim )

KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Suasana hangat menyelimuti Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang di Jalan Raden Panji Suroso, Sabtu (14/03/2026). Di tengah momentum buka puasa bersama Ramadhan 1447 H, terselip instruksi organisatoris yang cukup tajam bagi seluruh kader partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

​Hadir sebagai narasumber utama, Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Bidang Koperasi & UMKM DPP PDI Perjuangan, Andreas Eddy Susetyo, serta Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita.

​Salah satu poin paling krusial dalam pertemuan ini adalah instruksi tegas dari DPP PDI Perjuangan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Andreas Eddy Susetyo menegaskan bahwa partai mengambil posisi sebagai pengawas, bukan pelaksana teknis.

​”Sikap partai jelas dan tegas: melarang para kader untuk terlibat (secara operasional/yayasan). Ini adalah langkah antisipasi. Kita tidak ingin jika di kemudian hari ada masalah tata kelola atau kasus keracunan, nama kader kita terseret di dalamnya,” tegas Andreas saat diwawancarai awak media.

Bacaan Lainnya

​Ia menambahkan, peringatan ini bersifat reminder agar tidak ada alasan bagi kader di tingkat bawah mengklaim ketidaktahuan jika terjadi sanksi di masa depan.

​Sebagai Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN), Andreas juga membedah kondisi ekonomi terkini. Ia menyoroti fenomena melemahnya daya beli masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 H.

Wakil Ketua Bidang Koperasi & UMKM DPP PDI Perjuangan, Andreas Eddy Susetyo memberi sambutan buka bersama DPC PDI Perjuangan Kota Malang. (Foto : Kim)

​”Omzet di pasar-pasar tradisional menurun dibanding tahun lalu. Ini tanda daya beli melemah. Ditambah lagi prediksi kenaikan BBM pasca-lebaran dan ancaman kemarau panjang dari data BMKG. Ini alarm bagi pemerintah daerah,” jelasnya.

​Andreas juga mengungkap temuan BAKN mengenai Sisa Anggaran Lebih (SAL) di Jawa Timur yang mencapai Rp6 Triliun. Anggaran sebesar itu menurutnya seringkali “terkunci” karena menunggu proses audit BPK, sehingga tidak bisa segera digunakan untuk menggerakkan ekonomi rakyat di awal tahun.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita menyerahkan secara simbolik paket lebaran kepada pengurus PAC. (Foto : Kim)


​Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni buka bersama, melainkan konsolidasi tiga level struktur (DPP, DPD, dan DPC).

​”Harapan kami, DPC bisa menjadi perpanjangan tangan yang efektif untuk menjalankan kebijakan DPP di tingkat pemerintahan daerah. Apalagi di tengah penyesuaian kondisi ekonomi saat ini,” ujar Amithya.

​Dalam acara ini, Amithya juga mendapatkan kejutan tumpeng ulang tahun dari rekan-rekan fraksi dan Satgas, menambah nuansa kekeluargaan di tengah diskusi politik yang serius.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendapat surprise kue tar dan tumpeng Ulang Tahun. (Foto : Kim)


​Menutup rangkaian acara, PDI Perjuangan Kota Malang melakukan aksi nyata dengan menyalurkan 2.500 paket lebaran. Paket-paket ini didistribusikan kepada jajaran pengurus hingga tingkat Anak Ranting dan Satgas sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas kader di akar rumput.

​”Ini adalah hasil gotong royong jajaran fraksi dan struktur. Kita ingin memastikan seluruh kader merasakan kebahagiaan menyambut kemenangan Idul Fitri,” tutup Amithya.

Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W

Pos terkait