MALANG, SUARAPANCASILA.ID – Dugaan pelecehan seksual telah menimpa sejumlah perempuan yang bekerja sebagai model atau muse di Kota Malang. Terduga pelaku merupakan seorang pemuka agama yang kerap disapa sebagai “Gus” dan dikenal cukup terkenal di daerah tersebut.
Pelaku diduga melakukan tindakan pelecehan seksual dengan dalih syuting konten YouTube bertema “sumpah pocong”. Para korban awalnya menjawab tawaran pekerjaan syuting, yang kemudian diklaim mengarah pada perbuatan asusila.
Peristiwa ini menjadi viral setelah salah seorang talent, Sovi yang memiliki akun Instagram @sovinovitav, mengaku sebagai korban dan membagikan pengalaman pahitnya di media sosial. Dalam unggahannya, ia juga memberikan peringatan kepada sesama talent.
“Hati-hati yah para muse, terutama muse Malang. Hati-hati dengan tawaran shooting atau butuh talent di daerah pondok pesantren atau daerah Pakis dengan tema ‘sumpah pocong’,” tulis Sovi seperti yang dikutip dari unggahannya yang dilihat detikJatim pada Kamis (5/2/2026). Sovi telah memberikan izin untuk mengutip konten unggahannya tersebut.
Menurut Sovi, peristiwa dimulai ketika ia menerima tawaran pekerjaan syuting dengan konsep akting ringan melalui sebuah akun Instagram. Namun, ia merasakan kejanggalan saat tiba di lokasi yang berada di daerah Pakis, Kabupaten Malang. “Pas sampai lokasi aku ngerasa ganjel banget, soalnya cowok-cowok semua di situ,” ujarnya.
Sesi syuting pertama dilakukan di lokasi penyembelihan hewan yang dinilai tidak lazim. Setelah itu, Sovi dipanggil oleh asisten pelaku dan dihadapkan langsung dengan sosok yang disebut sebagai Gus. Ia kemudian diberikan susu panas dan diarahkan untuk mengikuti serangkaian aktivitas yang disebut sebagai “pembuktian spiritual”. Pelaku diduga menggunakan teknik intimidasi berupa ramalan buruk untuk mengguncang kondisi mental korban. “Dua bulan ke depan kamu bakal mendapatkan kesialan entah itu kamu lumpuh atau jatuh. Tiga sampai empat bulan kamu bakal mendapatkan kesuksesan,” kata Sovi menirukan ucapan yang disampaikan pelaku.
Di bawah tekanan mental dan rasa takut, Sovi diminta untuk masuk ke kamar pelaku untuk memijatnya. Saat itu, pelaku sempat mengeluarkan ucapan yang dinilai menjurus pada tindakan asusila. Namun, ia berhasil menyelamatkan diri dengan berpura-pura tidur pulas dan dapat meninggalkan lokasi pada dini hari pukul 02.00 WIB.
Sovi mengatakan bahwa ia berani berbicara karena mendapatkan informasi adanya korban lain yang mengalami modus serupa, mulai dari briefing yang tidak jelas hingga dugaan tindakan asusila. Meskipun menyadari sulitnya untuk menempuh jalur hukum karena minimnya alat bukti fisik, ia memilih untuk mengungkapkan hal ini sebagai langkah pencegahan. “Setidaknya kita bisa saling mengingatkan. Nggak perlu hate speech, cukup report dan block akun media sosialnya,” tegasnya.
Kisah serupa juga dialami oleh talent lain yang memiliki akun @rizkanhy. Menurut Rizka, pelaku yang disebut Gus memiliki akun dengan jumlah pengikut cukup banyak, bahkan mencapai jutaan di platform TikTok. Ia sering mencari talent perempuan untuk dijadikan muse dalam syuting konten, namun tidak pernah menyampaikan konsep yang jelas. “Oknum Gus ini punya followers banyak, bahkan jutaan di TikTok. Dia sering hire muse perempuan untuk dijadikan talent dan briefing-nya gak jelas,” ujar Rizka saat dikonfirmasi secara terpisah.
Rizka menambahkan, di tengah proses syuting yang dinilai cukup menyita waktu, tiba-tiba kru dan pelaku mengarahkan para talent untuk membuat adegan sumpah pocong. “Tage-nya itu molor banget, dan di tengah tage, baru kita tahu kalau diminta sumpah (pocong),” katanya.
Sayangnya, oknum Gus tersebut juga diduga melakukan tindakan asusila terhadap beberapa talent perempuan lainnya. “Alhamdulillah, aku pribadi lolos dari pelecehan tersebut. Cuman saat lagi shoot, aku bilang bahwa aku tidak bisa berbaring untuk melakukan sumpah (pocong) karena alami patah,” ujar Rizka. Ia mengaku memiliki bukti berupa percakapan chat dimana pelaku mengajak kerjasama dan menyertakan emoticon cinta. “Aku punya bukti chat, gus itu ngajak kerjasama, yang ujungnya kasih emoticon Love, wajar gak seorang gus melakukan itu,” pungkasnya.
Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi baik dari pihak kepolisian maupun dari pihak terduga pelaku terkait dugaan pelecehan yang telah dilaporkan tersebut.










