Efikasi Diri dan Resiliensi: Analisis Dampak Interaktif Pekan Islami PT. ACA terhadap Kepercayaan Diri Anak Yatim

Komisaris Utama PT.ACA Iwan Kurniawan (Tengah) didampingi Muspika Kasembon dan anak yatim. (Foto : Kim )

KABUPATEN MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Memasuki hari kelima yang bertepatan dengan momentum sakral Nuzulul Qur’an, PT. Anugerah Citra Abadi (ACA) kembali meneguhkan komitmen Social Responsibility melalui gelaran Pekan Islami Ke-XIX. Agenda tahunan ini menyasar santunan bagi ratusan anak yatim di tiga kecamatan di wilayah Barat Kabupaten Malang, yakni Kasembon (158 anak), Ngantang (289 anak), dan Pujon (323 anak), pada Jumat (06/03/2026).

​Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang distribusi bantuan finansial, melainkan bertransformasi menjadi ruang dialektika dan penguatan mental bagi para penerima manfaat.

​Komisaris Utama PT. ACA, Iwan Kurniawan, menunjukkan pendekatan unik dalam berinteraksi dengan anak-anak yatim. Alih-alih hanya memberikan bantuan secara pasif, ia memberikan stimulus berupa tantangan akademis dan seni, mulai dari matematika, Bahasa Inggris, hingga menyanyi.

Bacaan Lainnya
Berprestasi di bidang MTQ, Erindra (12) anak yatim asal Kecamatan Pujon menerima hadiah motor listrik dari PT.ACA. (Foto : Kim)

​”Selama 19 tahun perjalanan ini, tahun ini saya merasakan signifikansi manfaat yang luar biasa. Ada kemajuan linear pada keberanian anak-anak untuk tampil di ruang publik. Ini adalah edukasi musyawarah mufakat dan pengikisan sekat inferioritas mereka,” ujar Iwan Kurniawan.

​Secara akademis, pola ini disebut sebagai pengembangan self-efficacy (keyakinan diri) pada anak, di mana mereka didorong untuk berani bereksistensi di depan khalayak.

​Puncak emosional terjadi saat Erindra (12), seorang anak yatim berprestasi di bidang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), menerima apresiasi berupa satu unit mobil listrik. Arreihan tampak tersedu syukur, sebuah manifestasi dari janji Allah SWT dalam Surah Ar-Rahman: “Hal jaza’ul ihsani illal ihsan” (Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan pula)

Komisaris Utama PT.ACA Iwan Kurniawan mengajak anak yatim di Kecamatan Ngantang, untuk memberanikan diri tampil. (foto : Kim )

​Suasana semakin hangat dan cair berkat inisiasi Kholili, penceramah kondang yang mengusulkan tantangan interaktif berupa joget bersama, yang diikuti dengan antusias oleh para anak yatim, pendamping dan Fatayat NU, menciptakan suasana yang egaliter dan penuh kegembiraan (farah).

​Dukungan penuh datang dari birokrasi akar rumput. Kepala Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Mudawam, mengapresiasi konsistensi PT. ACA yang dianggapnya sebagai pengejawantahan nilai-nilai kepedulian sosial yang patut diemulasi oleh para pemangku kebijakan lainnya.

KH.Kholili pandu joget bareng ibu-ibu pengurus Fatayat NU dan Pendamping. (Foto : Kim)

​”Kami berharap kegiatan ini menjadi prototipe bagi para kepala desa dan pengusaha lain. Di tingkat desa, kami melalui penggerak PKK dan RT terus berupaya mengonsolidasikan dana umat untuk dhuafa dan yatim, sebagaimana perintah agama untuk menyantuni mereka dalam kesunyian (sirri) maupun terang-terangan,” ungkap Mudawam.

​Secara organisatoris, Pekan Islami ke-19 ini dinilai sukses secara manajerial. Koordinasi tim yang solid meminimalisir hambatan teknis yang sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Fokus PT. ACA ke depan adalah terus mengintegrasikan aspek santunan ekonomi dengan pengembangan sumber daya manusia bagi anak-anak yatim agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya saing.

Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W

Pos terkait