SURABAYA (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Malang resmi memulai babak baru kepemimpinannya. Di bawah komando Djoko Prihatin, partai berlambang pohon beringin ini melakukan transformasi besar-besaran dengan membidik generasi muda sebagai pilar utama pergerakan politik menuju 2029.
Pelantikan bersejarah ini dilakukan secara serentak di Jatim International Expo, Minggu (15/2/2026), yang dihadiri oleh hampir 5.000 kader dari 37 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Momentum ini mencatatkan rekor sebagai pelantikan DPD daerah pertama dalam skala provinsi yang digelar secara masif di Indonesia.
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, bersama Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Dr. H. Ali Mufthi, memimpin langsung prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan. Langkah ini memberikan legitimasi hukum penuh bagi pengurus daerah untuk mengeksekusi program kerja.
Ketua DPD Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, menyatakan bahwa kehadiran sekitar 100 pengurus dan kader asal Kota Malang di Surabaya merupakan bukti soliditas internal yang sangat tinggi.
”Alhamdulillah, hari ini menjadi catatan sejarah karena pelantikan serentak se-Jawa Timur ini adalah yang pertama secara nasional. Kehadiran ribuan kader menunjukkan bahwa Golkar sangat siap memperkuat struktur hingga tingkat akar rumput,” ujar Djoko yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang.
Menindaklanjuti arahan strategis Bahlil Lahadalia mengenai regenerasi, Djoko mengumumkan terobosan struktur organisasi di Kota Malang, yakni pembentukan posisi Wakil Ketua Bidang Gen Z.
Bidang ini tidak hanya sekadar label, melainkan dirancang sebagai inkubator bagi anak muda Malang untuk masuk ke dunia politik melalui pendekatan yang lebih cair, seperti : Optimalisasi media sosial, menggunakan platform digital sebagai ruang diskusi kebijakan.
Kemudian Industri Kreatif dengan menyediakan wadah pengembangan potensi ekonomi kreatif bagi pemuda. Kolaborasi Influencer menggandeng tokoh berpengaruh lokal untuk menjembatani aspirasi anak muda dengan kebijakan publik.
“Program kami tidak lagi kaku atau sekadar struktural. Kami masuk secara kultural dan kreatif. Kami ingin Gen Z di Kota Malang melihat politik sebagai alat untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan masa depan mereka,” tegas Djoko.
Selain fokus pada internal dan anak muda, Golkar Kota Malang menegaskan perannya sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Malang selama lima tahun ke depan. Sebagai bagian dari koalisi, partai berkomitmen mengawal setiap kebijakan agar tepat sasaran kepada masyarakat.
“Golkar akan hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pemberdayaan konkret. Kami mengawal program pemerintah, sekaligus memastikan mesin politik kami bergerak secara solutif bagi warga,” pungkasnya.
Langkah Golkar Kota Malang ini dipandang sebagai upaya adaptif untuk mengubah citra partai “tua” menjadi partai yang inklusif. Dengan Malang sebagai kota pendidikan dan pusat kreatif, strategi merangkul influencer dan membentuk bidang khusus Gen Z merupakan langkah taktis yang sangat relevan secara demografis.
Pewarta : Doni Kurniawan
Editor. : Denny W










