KABUPATEN MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Kawasan lereng Gunung Kawi, tepatnya di Dusun Losari, Desa Sido Rahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, menjadi saksi lahirnya sebuah wadah kemanusiaan dan kebudayaan baru pada Minggu (18/1/2026).
Perhelatan budaya akbar bertajuk “Gelar Djagat Anyar: Surya Trisno Krahayon Sejati” sukses digelar sebagai momentum peresmian Yayasan Djagat Surya Trisno Sejati.
Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Kresna RT 20/RW 06 ini bermula dari gagasan kolektif warga Malang untuk mewujudkan wadah kebersamaan dan kasih sayang sesama.
Selain pelestarian tradisi, acara ini juga memperkenalkan Program Proyek Wisata UMKM yang mendapatkan dukungan dari Kementerian Desa Tertinggal.
Sejak pukul 09.00 WIB, suasana di lokasi acara tampak semarak dengan kehadiran ribuan warga dan pecinta seni tradisional.
Antusiasme pengunjung memuncak saat atraksi Turonggo dan Bantengan ditampilkan sebagai representasi semangat rakyat. Kemeriahan semakin lengkap dengan hadirnya kesenian Barongsai yang menjadi simbol indah akulturasi budaya di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, Gemuruh tabuhan musik pengiring Seni Reog Suryo Bhirowo memberikan kesan gagah sebagai simbol kekuatan dan kebersamaan.

Acara ini menghadirkan tokoh-tokoh kunci yang memberikan landasan visi bagi perjalanan yayasan ke depan.
Pembina Yayasan, Bunda Rini Condro Kirono dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tamu undangan, tokoh masyarakat, dan instansi pemerintahan yang telah memberikan dukungan moral bagi pendirian yayasan ini.
Sementara itu, Riaman, Ketua Yayasan Djagat Surya Trisno Sejati menegaskan bahwa peresmian ini adalah momen bersejarah yang dirayakan dengan rasa syukur. Ia berkomitmen bahwa yayasan akan beroperasi dengan prinsip transparansi dan penuh tanggung jawab.

“Keberadaan yayasan ini sangat bergantung pada dukungan, sinergi, dan kepercayaan dari semua pihak,” tegas Riaman.
Eyang Prof. Djatikusumo dan Mbah Djito Akar Mojo, Sebagai pembicara utama, kedua budayawan ini menekankan pentingnya menjaga Gelar Djagat Surya Trisno Sejati sebagai bentuk pengabdian kepada leluhur dan penjaga identitas bangsa di era modernisasi.
Keberhasilan perhelatan ini didukung oleh berbagai organisasi, komunitas seni, hingga lembaga media (sebagaimana terlihat pada deretan logo mitra).
Pihak manajemen yayasan secara khusus memberikan penghargaan kepada para pendiri, donatur, mitra, serta relawan yang telah tulus menyumbangkan waktu dan tenaga.

Acara ditutup dengan doa lintas agama yang mencerminkan inklusivitas yayasan.
“Semoga yayasan ini dapat menjadi sumber kebaikan, wadah silaturahmi, dan membawa perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa,” tutup Riaman dengan salam penuh kebinekaan: Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Lestari Budaya!.
Pewarta : Team










